Home / Daerah / Terpopuler

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Dedi Mulyadi Tegaskan Instruksi Presiden soal Sampah, Kepala Daerah Diminta Patuh

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Suaradermayu.com Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh bupati dan wali kota agar tidak lagi mengabaikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan sampah. Dedi menegaskan, perintah langsung dari presiden adalah garis komando yang wajib dijalankan, bukan sekadar imbauan.

Baca Juga : Gunungan Sampah Kepung Jalur Terisi–Cikedung, Kinerja DLH Indramayu Dipertanyakan

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, serta kembali ia pertegas, Rabu (4/2/2026).

Dedi menyindir keras sikap sebagian kepala daerah yang selama ini dinilai abai dan tidak kooperatif dalam menangani persoalan sampah. Menurutnya, terlalu lama masalah sampah dianggap remeh, seolah bukan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Baca juga  Warga Tak Mampu Dinonaktifkan BPJS, Bupati Lucky Hakim Malah Hamburkan Uang Rakyat Poles Pendopo Rp8,7 Miliar

“Selama ini yang ribut urusan sampah cuma gubernur. Sekarang presiden sudah bicara langsung. Masa masih pura-pura tidak dengar?” tegas Dedi.

Mantan Bupati Purwakarta itu menekankan, jika sebelumnya arahan gubernur sering diabaikan, maka tidak ada alasan lagi bagi kepala daerah untuk bersikap pasif setelah presiden turun tangan langsung.

Baca Juga : Viral! Kritik Sampah di Facebook Berujung Surat Pernyataan Bermaterai di Karangampel Indramayu

“Kalau gubernur saja kurang didengar, masa presiden juga mau diabaikan? Ini harus jadi perhatian serius bupati dan wali kota,” ujarnya.

Dedi mengingatkan bahwa secara aturan, kewenangan pengelolaan sampah berada di pemerintah kabupaten dan kota. Karena itu, ia menyebut kebiasaan saling lempar tanggung jawab sebagai bentuk kegagalan kepemimpinan di daerah.

Baca juga  Masih Ingat Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu? Kini Masuk Meja Hijau

Ia juga menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa terus disamarkan sebagai persoalan teknis semata. Lebih dari itu, masalah sampah mencerminkan kepedulian, komitmen, dan tanggung jawab moral kepala daerah terhadap wilayah yang dipimpinnya.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Minta Kabupaten dan Kota Evaluasi Tata Ruang, Soroti Alih Fungsi Lahan Pemicu Banjir

“Lingkungan kotor itu cermin pemimpinnya. Harusnya malu kalau daerahnya jorok,” kata Dedi dengan nada tegas.

Meski demikian, Dedi tetap memberikan apresiasi kepada daerah yang dinilai serius dan konsisten dalam mengelola sampah. Ia mencontohkan Kabupaten Ciamis yang berhasil meraih penghargaan Adipura 2026 sebagai bukti bahwa pengelolaan sampah yang baik bukan hal mustahil.

Baca Juga : Keren! Kapolsek Kedokan Bunder Indramayu Turun Langsung Bersihkan Sungai Penuh Sampah

“Ciamis bisa. Artinya bukan tidak mampu, tapi mau atau tidak,” ujarnya.

Baca juga  Dibongkar Istri Noel! Eks Menag Yaqut Ternyata Sudah Jadi Tahanan Rumah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti persoalan sampah sebagai salah satu masalah paling krusial yang dihadapi Indonesia saat ini. Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, presiden memperingatkan bahwa Indonesia sedang menuju fase darurat sampah.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diprediksi akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) pada 2028, bahkan berpotensi lebih cepat jika tidak ada langkah nyata dan terukur.

Peringatan tersebut menjadi alarm keras bagi seluruh kepala daerah. Dedi menegaskan, tanpa tindakan cepat dan keseriusan di tingkat kabupaten dan kota, persoalan sampah bukan hanya akan merusak lingkungan, tetapi berubah menjadi krisis nasional yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. (Faisal)

Share :

Baca Juga

Daerah

Viral Guru Ngaji Lawan Pengedar Narkoba, Rumah Dilempari Usai Bongkar Transaksi di Dekat Tahfidz

Terpopuler

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Janji Bangun Jalan Cikedung-Cikamurang dan Sekolah di Karangampel

Terpopuler

5 Tahun Terkatung-katung, Warga Desa Sumur Adem Minta Kapolres Indramayu Tegakkan Keadilan

Edukasi

Pelaku Pemerkosaan Bocah SD di Indramayu Bertambah Jadi 5 Orang

Terpopuler

Harga Pupuk Urea dan NPK Turun 20 Persen, Petani Sambut Gembira Kebijakan Prabowo

Daerah

Gubernur Jawa Barat Minta Kepastian Aturan Pilkades 2026, 528 Desa Habis Masa Jabatan

Hukum

LBH Ghazanfar: Gurita Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah DPRD 18 Miliar Bisa Seret Sekda Indramayu

Daerah

RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura