Home / Terpopuler

Sabtu, 5 April 2025 - 03:32 WIB

Dedi Mulyadi Geram, Uang Kompensasi Sopir Angkot Dipotong Rp 200 Ribu oleh Oknum Petugas

Sopir angkot Puncak Bogor curhat ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal dugaan pemotongan Rp 200 ribu (Tangkapan layar channel YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Sopir angkot Puncak Bogor curhat ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal dugaan pemotongan Rp 200 ribu (Tangkapan layar channel YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Suaradermayu.com – Puluhan sopir angkot di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, merasa dirugikan setelah uang kompensasi yang seharusnya mereka terima penuh justru dipotong sebesar Rp 200.000 oleh oknum petugas. Uang tersebut merupakan bagian dari program kompensasi Pemprov Jawa Barat selama masa libur Lebaran 2025, yang ditujukan untuk mengurangi kemacetan.

Para sopir angkot yang diliburkan selama arus mudik dan balik seharusnya menerima total kompensasi sebesar Rp 3 juta, dibayarkan dalam dua tahap. Namun pada pencairan tahap pertama sebesar Rp 1 juta, banyak sopir hanya menerima Rp 800.000. Pemotongan dilakukan tanpa kejelasan, dan disebut-sebut sebagai “iuran sukarela” untuk pengurus.

Baca juga  LBH Delta 19 Apresiasi Polres Indramayu Tahan Pelaku Pencabulan Anak 

Ade, salah seorang sopir angkot, mengungkapkan kekecewaannya. “Kita mau diliburkan, tapi uang kompensasi harusnya utuh, jangan dipotong. Udah enggak boleh narik, duit bantuannya malah dipotong, kita enggak ikhlas,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa jika dikalkulasikan, pemotongan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kondisi ini memicu gelombang protes dari para sopir yang merasa kehilangan pendapatan selama masa libur. Beberapa bahkan tetap nekat beroperasi di tengah larangan demi memenuhi kebutuhan harian.

Baca juga  Ini Sosok Dibalik Tangkap Tangan Miras Senilai Rp 500 Juta Saat Ramadan di Indramayu: Berakhir Dilepas

Mengetahui praktik pemotongan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kemarahannya. Dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya pada Jumat (4/4/2025), Dedi menyebut aksi tersebut sebagai bentuk “premanisme” dan menegaskan bahwa proses hukum akan ditempuh terhadap oknum pelaku.

“Tindakan ini tidak bisa ditolerir. Rp 200.000 itu berarti besar bagi sopir angkot, bisa untuk makan anak istri mereka empat hari,” tegas Dedi.

Dedi Mulyadi memastikan bahwa uang yang dipotong akan dikembalikan penuh kepada para sopir angkot. Pemprov Jawa Barat juga berkomitmen menambah bantuan kompensasi guna meringankan beban para sopir yang terdampak.

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Dimutasi Usai Dilaporkan ke Propam: Kebetulan?

Kebijakan penghentian sementara operasional angkot di jalur Puncak dilakukan untuk mengurai kemacetan selama musim mudik dan balik Lebaran. Namun, pelaksanaannya kini menuai kritik akibat buruknya manajemen di lapangan.

Kasus pemotongan uang kompensasi ini menjadi sorotan publik, khususnya di media sosial. Pemerintah diharapkan bertindak tegas agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan bantuan sosial diberikan secara transparan dan tepat sasaran.

 

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Tolong! Negara Diminta Segera Pulangkan 13 Pelaut WNI, Selamat dari Perang Kini Tertahan di Azerbaijan

Terpopuler

Prioritas Dana Desa 2025: Fokus Ketahanan Pangan dan Pengentasan Kemiskinan

Terpopuler

Embarkasi Indramayu Siap Digunakan Jemaah Haji 2023

Terpopuler

Ketua PWNU Jabar Ucapkan Selamat atas Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

Indramayu

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Rumah Kosong di Indramayu

Indramayu

LBH Ghazanfar Sebut Khotibul Umam Berpotensi Dijerat Pidana Berlapis, Cairkan Dapen Aman Yani
Tangkapan layar : Akun TikTok palsu catut nama dan wajah Bupati Indramayu Lucky Hakim

Indramayu

Viral! Nama dan Wajah Bupati Indramayu Lucky Hakim Dicatut Akun TikTok Palsu

Hukum

LBH Ghazanfar: Advokat Ibnu Saechu Harus Lebih Giat Lagi Belajar Hukum, Daya Nalarnya Memalukan