Suaradermayu.com – Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Kabupaten Indramayu melakukan investigasi kegiatan yang disebut-sebut kegiatan pramuka atas tewasnya 3 murid SDN 1 Lajer, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu.
Hasil investigasi Kwarcab Indramayu menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (17/2/2024) melibatkan murid-murid SD di Sungai Panarikan, bukanlah kegiatan pramuka melainkan kegiatan sekolah tersebut.
“Itu murni kegiatan sekolah. Kami sampaikan sekali lagi, itu murni kegiatan sekolah,” kata Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Indramayu, Jajang Sudrajat, Selasa (20/2/2024).
Jajang menyampaikan kegiatan pada saat kejadian yang menewaskan 3 murid SD tersebut jam pelajaran sekolah sedang berjalan. Menurutnya, kegiatan pramuka seharusnya dilaksanakan diluar jam pelajaran karena pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler.
Di samping itu, kata Jajang, pada saat kejadian murid-murid tidak menggunakan atribut pramuka melainkan menggunakan seragam olah raga.
“Kenapa itu murni kegiatan sekolah. Karena kegiatan itu berjudul pegasus atau pasukan khusus pramuka, di pramuka tidak mengenal adanya pegasus,” ujar Jajang.
Menurut dia, di pramuka ada yang namanya penggolongan seperti Siaga untuk tingkat usia 7-10 tahun. Sedangkan penggolongan Penggalang untuk tingkat usia 11-15 tahun.
“Kegiatannya pun terpisah tidak bisa digabungkan antar golongan. Sedangkan kejadian itu (3 murid tewas tenggelam) digabungkan, yaitu anak kelas 4 dan kelas 5 SD,” katanya.

























