Home / Indramayu / Ragam

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:18 WIB

Refleksi Hari Jadi ke-498: Ihsan Mahfudz Ajak Indramayu Jadi Daerah yang Benar-Benar “Reang”

Ketua Serikat Media Siber (SMS) Indonesia Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz

Ketua Serikat Media Siber (SMS) Indonesia Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz

Suaradermayu.com – Memasuki usia ke-498 tahun, Kabupaten Indramayu tidak hanya dihadapkan pada kemeriahan perayaan seremonial, tetapi juga pada refleksi mendalam terhadap arah pembangunan dan identitas sosial daerah. Momen Hari Jadi tahun ini menjadi pengingat bahwa visi besar “Indramayu Reang” — Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong — bukan sekadar slogan, melainkan pedoman moral menuju kemajuan yang bermakna.

Ketua Serikat Media Siber (SMS) Indonesia Kabupaten Indramayu, Ihsan Mahfudz, menilai visi “Reang” adalah cermin dari nilai sosial dan spiritual masyarakat Indramayu. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kedewasaan moral dan kemandirian ekonomi masyarakatnya.

“Visi Reang adalah cermin moral dan sosial kita. Indramayu tidak hanya harus maju secara fisik, tapi juga matang secara spiritual, berdaya secara ekonomi, dan kuat dalam kebersamaan,” ujar Ihsan saat memberikan refleksi pada momentum Hari Jadi Indramayu ke-498, Selasa, 7 Oktober 2025.

Baca juga  Puluhan Wartawan Berebut Masuk PWI Indramayu, Ihsan Mahfudz Ungkap Fakta Mengejutkan soal KLB Jakarta

Religius dan Integritas Publik

Nilai Religius dalam visi Reang, kata Ihsan, menuntut lahirnya pemerintahan yang bersih, jujur, dan bertanggung jawab. Religius bukan sekadar label seremonial, tetapi landasan etika dalam membuat kebijakan publik. Pemerintahan yang religius berarti berpihak pada kebenaran dan menolak praktik-praktik yang mencederai keadilan sosial.

Ekonomi Kerakyatan Sebagai Tulang Punggung

Lebih jauh, Ihsan menegaskan pentingnya Ekonomi Kerakyatan sebagai basis kesejahteraan daerah. Petani, nelayan, dan pelaku UMKM harus mendapatkan perhatian dan ruang untuk berkembang sebagai fondasi ekonomi yang kuat.

“Kemandirian ekonomi rakyat adalah benteng utama Indramayu. Kita harus berani membangun dari bawah, memperkuat desa, dan memberi ruang pada ekonomi lokal untuk tumbuh,” imbuhnya.

Baca juga  Menumbuhkan Asa dari Desa: Kopdes Merah Putih Kalianyar Indramayu Gelar Penjaringan Calon Anggota

Aman dan Nyaman: Bukan Sekadar Ketertiban

Menurut Ihsan, aspek Aman dan Nyaman bukan hanya berkaitan dengan keamanan wilayah, tetapi juga kepastian layanan publik dan kualitas lingkungan hidup. Ia menyoroti pentingnya fasilitas umum seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) yang layak dan pemerataan infrastruktur di wilayah pusat, provinsi, hingga desa.

“Ke depan, bukan hanya membangun konektivitas dengan pusat dan daerah untuk memenuhi visi Aman dan Nyaman, tetapi juga Pemkab Indramayu harus mampu melakukan gebrakan ribuan CCTV di semua titik strategis,” ujar Pengurus PWI Provinsi Jawa Barat ini.

Gotong Royong di Tengah Era Individualistik

Ihsan juga menilai Gotong Royong sebagai ruh sosial yang menjaga semangat kebersamaan masyarakat Indramayu di tengah perubahan zaman. Di era digital yang serba individualistik, gotong royong menjadi kekuatan sosial untuk menjaga solidaritas dan menyelesaikan persoalan daerah bersama-sama.

Baca juga  Ihsan Mahfudz: Makna Idul Adha Bukan Sekadar Kurban, Tapi Perbaiki Diri

“Tanpa gotong royong dan kesadaran religius, pembangunan hanya akan jadi angka, bukan makna. Media juga punya tanggung jawab moral untuk ikut mengawal visi Reang agar benar-benar berpihak pada rakyat kecil,” tegas Direktur Utama PT Media Pantura Group tersebut.

Titik Konsolidasi Moral dan Sosial

Menutup refleksinya, Ihsan berharap Hari Jadi ke-498 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen moral seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menekankan, visi Indramayu Reang harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan sekadar seremonial tahunan yang berujung pada euforia sesaat.

“Indramayu harus menjadi daerah yang benar-benar Reang — Religius dalam nilai, kuat ekonomi kerakyatannya, aman, nyaman, dan kokoh dalam semangat gotong royong,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Kejari Indramayu Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pengadaan Makanan Santri

Indramayu

Butuh Rp 40 Miliar untuk Bebaskan TKW Susanti dari Hukuman Mati di Arab Saudi

Indramayu

Pemkab Indramayu Usung Visi REANG di RPJMD 2025-2029

Indramayu

Bupati Lucky dan Mensos RI Tinjau Kampung Nelayan Sejahtera: 93 Rumah Baru untuk Korban Banjir Rob!

Indramayu

Jaksa Jadikan Palu Tanpa Uji Lab sebagai Bukti di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Penyidikan Terburuk yang Pernah Ada di Indonesia

Indramayu

Dilaporkan Bupati Indramayu ke Polisi, Carkaya: Saya Tidak Gentar Sama Sekali

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Gaspol! Rebut 20 Ribu Rumah Subsidi untuk Nelayan Indramayu

Indramayu

Komite Rakyat Indramayu Barat Gagas Jalan Baru Peradaban Indramayu, Begini Rancangannya