Home / Indramayu

Senin, 30 Juni 2025 - 13:48 WIB

Majlis Kandang Macan Singaraja, Suasana Dzikir dan Manakiban yang Menggetarkan Hati

Majlis Kandang Macan Singaraja Indramayu

Majlis Kandang Macan Singaraja Indramayu

Suaradermayu.com – Suasana religius begitu terasa di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu. Di desa ini berdiri Majlis Kandang Macan, sebuah majelis taklim yang dikenal dengan kegiatan dzikir, pembacaan manakib, dan pengajian rutin.

Majlis ini terletak di samping Masjid Al-Karomat Singaraja, menjadikannya semakin mudah dijangkau oleh masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan keagamaan.

Majlis ini diasuh oleh Ustaz Ahmad Toyyibin, atau yang akrab disapa Abah Ibing, sosok sederhana yang dikenal sebagai pengamal Tarekat At-Tijaniyah. Meski hidupnya jauh dari kemewahan, tutur kata Abah Ibing yang lembut dan penuh makna kerap membuat hati para jamaah tergugah.

“Yang penting kita belajar bersama, selalu kita tobat,” ucap Abah Ibing singkat.

Bagi Abah Ibing, kehidupan dunia hanyalah sementara. Ia selalu mengingatkan jamaah bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat.
“Hidup yang sebenarnya itu bukan di dunia, tapi nanti di akhirat,” pesannya yang sederhana namun menggetarkan hati.

Suasana Dzikir yang Menggetarkan Hati

Setiap hari Jumat selepas salat Ashar, para pemuda, orang tua, hingga anak-anak dari Desa Singaraja dan luar desa berdatangan mengikuti Dzikir Lailahaillallah. Dzikir bersama ini berlangsung hingga terbenamnya matahari, menghadirkan suasana yang khusyuk, hening, sekaligus menenangkan jiwa.

Baca juga  BNSP Dorong Pemkab Indramayu Perluas Sertifikasi Pekerja Migas, SDM Lokal Harus Tersertifikasi dan Berdaya Saing

Malam Ahad, Lantunan Manakib Mengenang Wali Allah

Kegiatan Majlis Kandang Macan berlanjut setiap malam Ahad selepas ba’da Isya dengan pembacaan manakib Syekh Ahmad At-Tijaniyah, seorang ulama besar yang dikenal sebagai salah satu wali Allah asal Maroko, Afrika.

Suasana lantunan manakib yang dilafalkan penuh kekhusyukan seakan membawa jamaah menyelami sejarah hidup sang ulama, yang dikenal luas sebagai penyebar ajaran Tarekat At-Tijaniyah di berbagai penjuru dunia.

Malam Ahad di Majlis Kandang Macan didominasi oleh kehadiran para emak-emak, anak-anak, hingga orang tua, yang duduk rapi, khidmat menyimak kisah penuh keteladanan dari sosok Syekh Ahmad At-Tijaniyah.

Salah satu jamaah, Nurhaeni (42), mengaku dirinya rutin mengikuti pembacaan manakib bersama anak lelakinya. Nurhaeni yang berasal dari Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, kini tinggal di Desa Singajaya mengikuti suaminya.

Baca juga  Penyegelan Kantor Desa Sukaslamet: Ketegangan Meninggi, Kuwu Rajudin Siap Laporkan Polisi

“Abah Ibing sangat sederhana orangnya, tawadhu, dan tutur katanya lembut. Itu yang membuat kami betah mengikuti kegiatan itu, walaupun seminggu sekali,” kata Nurhaeni.

Asal Usul Nama Kandang Macan

Nama unik Majlis Kandang Macan rupanya menyimpan cerita sederhana yang penuh makna. Saat ditanyakan, Abah Ibing hanya tersenyum, tidak banyak bicara.

“Itu bukan saya yang menamai majlis ini Kandang Macan,” jawab Abah Ibing sambil tersenyum tipis.

Seorang jamaah yang kerap mendampingi Abah Ibing kemudian menceritakan bahwa sebelum berdiri bangunan tempat dzikir dan ngaji ini, dulunya adalah kandang ayam milik Abah Ibing.

“Ada seseorang datang ke sini sekitar tahun 2013 lalu, ingin berwakaf membangun tempat keagamaan. Nah, tempat kandang ayam itu ada tulisan ‘Kandang Macan’, itulah yang dibersihkan dan dibangun. Selanjutnya, entah siapa yang memulainya, orang-orang menyebutnya Majlis Kandang Macan,” ujar salah satu murid Abah Ibing yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga  Abah Ibing Ajak Warga Singaraja Bersatu Usai Pilwu: Damai Itu Indah, Bersatu Itu Ibadah

Masih menurutnya, nama itu justru mengandung filosofi mendalam.

“Ya ini mah menurut saya ya mas, tempat kandang ayam kan banyak kotorannya, kotor. Kemudian diganti bangunan tempat dzikir, salat, dan mengaji. Ya mungkin filosofinya kita ini manusia banyak dosa, terus berusaha tobat selalu. Mungkin itu ya maknanya,” tambahnya.

Mendengar cerita itu, Abah Ibing yang duduk di sampingnya hanya kembali tersenyum.

Ngaji Kitab Kuning dan Nasehat untuk Generasi Muda

Selain dzikir dan manakiban, Majlis Kandang Macan juga rutin menggelar ngaji kitab kuning setiap malam ba’da Isya, sebagai upaya memperdalam ilmu agama dan memperkuat akhlak generasi muda.

Para pemuda pun kerap datang menemui Abah Ibing untuk meminta nasehat ringan. Wejangan sederhana dari beliau sering menjadi pengingat penting tentang hakikat hidup.

Majlis Kandang Macan telah menjadi bagian penting dalam menjaga tradisi keagamaan, mempererat silaturahmi, serta menghidupkan nilai-nilai spiritual di masyarakat Desa Singaraja dan sekitarnya.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Trah Wiralodra Minta Kejelasan Soal Pusaka Leluhur, DPRD Indramayu Akan Tindaklanjuti

Indramayu

75 Kawanan Gangster Indramayu Ditangkap Saat Akan Tawuran

Indramayu

Diduga Tilep Dana KIP Kuliah, Rektor Unwir Diminta Mundur

Indramayu

Maafkan Bapak, Nak…!Jeritan Hati Ayah R Pelajar yang Bunuh Diri Usai Dikeluarkan dari Sekolah di Indramayu

Indramayu

Bupati Indramayu Lucky Hakim Antusias Ikuti Retret di Akmil Magelang

Indramayu

Toni RM Ancam Laporkan SMA Negeri 1 Sindang Jika Ada Jual Beli Kursi PPDB

Terpopuler

‘Mirip Ormas, Bukan Birokrasi!’ PKSPD Kritik Gaya Pemerintahan Lucky–Syaefudin

Indramayu

Pilwu Singaraja 2025: Habibi Ariyanto Siap Bangkitkan UMKM dan Wisata Pantai Langgen