Home / Indramayu

Rabu, 20 Agustus 2025 - 22:24 WIB

Kisah Pilu TKW Indramayu: 9 Tahun di Singapura Tanpa Gaji, Pulang dengan Trauma

"Potret TKW asal Indramayu yang pulang ke kampung halaman setelah 9 tahun bekerja di Singapura tanpa gaji, duduk bersama keluarga dengan wajah penuh kesedihan."

Suaradermayu.com –  Sore itu, di sebuah rumah sederhana di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, suasana tampak muram. L (27), seorang perempuan asal Indramayu yang baru pulang dari Singapura, duduk diam di teras rumah. Wajahnya pucat, tatapannya kosong. Ia seperti masih terjebak dalam mimpi buruk panjang yang belum berakhir.

Mimpi yang Berubah Jadi Duka

Sembilan tahun lalu, L berangkat ke Singapura dengan penuh harapan. Ia ingin membantu keluarga, membangun rumah, dan menabung untuk masa depan. Namun, kenyataan pahit menamparnya ketika pulang tanpa sepeser pun gaji.

Baca Juga : Disangka Sudah Meninggal di Suriah, TKW Indramayu Kini Pulang

“Aku sendiri juga enggak tahu. Tahu-tahu sudah di rumah sakit, enggak ingat gimana bisa masuk situ,” ucapnya lirih, Rabu (20/8/2025).

Tanda Tangan, Tapi Tanpa Gaji

Selama bertahun-tahun, L hanya diminta menandatangani selembar kertas setiap bulan. Katanya, itu tanda bukti penerimaan gaji. Namun, uang yang seharusnya masuk ke tangannya tak pernah ia rasakan.

Baca juga  Silaturahmi Hangat di Lembur Pakuan: Mendagri Tito dan Kepala Daerah Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat

“Cuma tanda tangan, enggak uang enggak. Katanya gaji sudah masuk, padahal aku enggak pernah pegang,” ceritanya dengan mata berkaca-kaca.

Padahal, sesuai kontrak, ia berhak atas 650 dolar Singapura per bulan. Jika dikalikan sembilan tahun, jumlahnya lebih dari 70 ribu dolar Singapura atau setara Rp840 juta. Kenyataannya, ia hanya menerima 1.000 dolar Singapura (sekitar Rp12 juta) setelah keluarganya menuntut hak pada Maret 2025.

Ambruk di Negeri Orang

Puncak tragedi datang pada Juli 2025. Tubuh L tiba-tiba ambruk di tempat kerja. Saat membuka mata, ia sudah berada di rumah sakit jiwa di Singapura.

Baca juga  Istri di Indramayu Laporkan Suami ke Polisi atas Dugaan KDRT, Alami Luka Cakar dan Pukulan di Kepala

Baca Juga : Ahli Waris TKW Indramayu Meninggal di Hongkong Tak Bisa Klaim Asuransi

“Taunya kayak orang pingsan. Bangun-bangun sudah di rumah sakit. Cuma tidur,” kenangnya.

Ironisnya, biaya perawatan dan tiket pulang bukan ditanggung majikan, melainkan rumah sakit. Sang majikan justru hanya meninggalkan nomor telepon keluarga di Indramayu, lalu menghilang begitu saja.

Pulang dengan Luka Batin

Tidak ada bekas pukulan di tubuhnya, tetapi luka batin akibat sembilan tahun tanpa gaji jauh lebih menyiksa. Ia pulang dengan tangan hampa, hanya membawa rasa kecewa, trauma, dan beban psikologis yang berat.

Baca Juga : Daerah Pemasok TKW/ TKI Terbanyak, Indramayu Juaranya

Harapan pada Pemerintah

Di tengah keterpurukan, L berharap ada keadilan. Ia memohon agar pemerintah Indonesia turun tangan memperjuangkan hak-haknya.

Baca juga  Dua Oknum Polisi Indramayu Diduga Peras Puluhan Pedagang Miras dan Rokok Ilegal

“Aku mohon banget pemerintah bantu aku. Aku pengen hakku balik, biar enggak sia-sia kerja sembilan tahun,” katanya dengan suara bergetar.

Potret Buram Pekerja Migran

Kisah L hanyalah satu dari ribuan cerita buram pekerja migran Indonesia (PMI). Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu kantong terbesar pengirim PMI di Indonesia. Banyak yang berhasil, namun tidak sedikit pula yang pulang dengan luka, tanpa gaji, dan tanpa keadilan.

Baca Juga : Polres Indramayu Tangkap 3 Pelaku Perdagangan TKW ke Timur Tengah

Pemerintah diharapkan hadir secara nyata. Perlindungan hukum, pengawasan majikan, hingga jaminan hak gaji harus benar-benar ditegakkan agar tidak ada lagi kisah pilu serupa.

Pemerintah harus hadir membantu pejuang devisa yang terpuruk ini. Setiap keringat pekerja migran Indonesia adalah perjuangan yang seharusnya dihargai, bukan diabaikan.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Innalillahi! Janazah TKW Asal Indramayu yang Meninggal di Malaysia Tiba ke Tanah Air

Indramayu

Nina Agustina Kalah Telak dari Lucky Hakim, Sikap Arogan Kembali Jadi Sorotan

Indramayu

LPS : Banyaknya BPR Bangkrut karena Dimaling Sama yang Punya

Indramayu

Rumah Pasutri Lansia di Indramayu Ludes Terbakar, Diduga Akibat Api dari Dapur

Indramayu

Orientasi Penyusunan RPJMD 2025-2030, Wakil Bupati Indramayu Tekankan Sinergi dan Koordinasi

Indramayu

Pilwu Singaraja Sukses dan Kondusif: Panitia Apresiasi Semua Pihak

Terpopuler

Bangun Rumah Susun, Pemprov Jabar dan Pemda Indramayu Kerja Sama Patungan untuk Warga Eretan

Indramayu

5 Kapolsek di Indramayu Diganti Jelang Pemilu 2024, Berikut Daftarnya