Suaradermayu.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kamis (18/12/2025), memastikan proses relokasi warga bantaran sungai berjalan lancar. Kehadiran Dedi membawa kebijakan pemerintah provinsi sekaligus bantuan Rp 10 juta per kepala keluarga bagi 207 warga terdampak banjir rob yang sudah puluhan tahun melanda wilayah itu.
Baca Juga : Tagih Janji Lucky Hakim, Warga Eretan Wetan Blokade Jalur Pantura: “Cukup Sudah Janji Tanpa Bukti!
Di hadapan warga dan Bupati Indramayu, Dedi mengenang pengalaman masa kecilnya yang tak terlupakan. “Waktu SD kelas 3, saya dijanjikan kakak untuk piknik ke Pantai Eretan, tapi mobil truk tak kunjung datang. Sekarang saya bisa datang membawa bantuan untuk warga,” ujarnya.
Dana bantuan dimaksudkan untuk relokasi sementara, seperti biaya sewa rumah kontrakan, sambil menunggu rampungnya pembangunan kampung nelayan pengganti pada Maret 2026. Dedi mengingatkan warga agar memanfaatkan uang bantuan sesuai peruntukannya.
Baca Juga : Rakyat Terendam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting — Suara Luka dari Pesisir Eretan Wetan
“Awas loh kalau dipakai bayar utang bank emok, urusannya panjang,” katanya.
Selain itu, Dedi meminta warga segera pindah setelah menerima bantuan. “Kalau enggak pindah, saya akan datang bawa beko,” tegasnya.
Menurut Dedi, relokasi ini merupakan langkah paling adil dan bijaksana dari pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir rob. “Benar enggak pemerintah ini?” tanya Dedi, yang disambut sahutan “benar” dari warga.
Di tengah kegiatan itu, Dedi menemui seorang warga tunanetra yang rumahnya terdampak penggusuran. Rumah warisan itu akan diratakan demi pembangunan tanggul sungai. Warga pun setuju: “Enggak apa-apa, Pak. Ini demi kepentingan bersama,” jawabnya, disambut tepuk tangan Dedi dan warga lainnya.
Baca Juga : Ketika Dedi Mulyadi Beri Solusi Banjir Rob Eretan: Instruksi Khusus untuk Bupati Lucky
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) atau “Apartemen Nelayan” untuk menampung lebih banyak warga di tengah keterbatasan lahan. Dedi langsung menyetujui, bahkan menyanggupi pembiayaan patungan antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Indramayu, dengan porsi anggaran lebih besar ditanggung Pemprov Jabar.
“Iya boleh, siapin tanahnya, kita bangun rusun,” kata Dedi, yang disambut tepuk tangan warga, diakhiri dengan berjabat tangan hangat antara Dedi dan Lucky Hakim.
Baca Juga : DPR Setujui Anggaran Rp460 Miliar, Warga Eretan Indramayu Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Dedi menekankan, tidak ada persoalan yang terlalu sulit jika pemerintah benar-benar berniat membantu warganya. Langkah relokasi ini diharapkan bisa melindungi warga Eretan Wetan dari banjir rob sekaligus memberikan hunian baru yang aman dan layak huni. (Mashadi)


























