Suaradermayu.com – Indramayu
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menunjukkan komitmen penuh terhadap pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya. Ia bahkan secara terang-terangan menyatakan ingin menyamai langkah progresif yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal pembangunan jalan.
Keinginan ini mencuat setelah Lucky menonton podcast yang membahas target penyelesaian jalan provinsi dalam dua tahun ke depan oleh Pemprov Jabar.
“Kami langsung setiap hari saya ribut sama mereka (kepala dinas), pokoknya cari uang buat jalan,” kata Lucky saat hadir dalam pertemuan strategis bersama tokoh Jabar yang juga Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, seperti diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (4/8/2025).
Demi mengejar target tersebut, APBD Indramayu senilai Rp3,7 triliun disiapkan untuk mendanai berbagai program prioritas, termasuk anggaran belanja jalan sebesar Rp374 miliar. Tak hanya itu, Lucky juga menyebut tengah mengajukan pinjaman senilai Rp100 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna menambah kekuatan anggaran.
“Kami juga lagi melobi DPRD agar menyetujui pinjaman ke SMI. Tujuannya jelas, untuk jalanan Indramayu,” jelas Lucky.
Menurutnya, tidak ada alasan untuk kalah dari Provinsi Jabar dalam membangun akses transportasi yang nyaman. Ia mencontohkan, proyek pembangunan jalan provinsi di wilayah Cikedung-Cikamurang kini sudah mulai bergerak.
“Saya lihat Pak Gubernur sudah mulai kerja di sana, masa saya kalah?” tegasnya.
Namun Lucky mengakui, masih ada tantangan di tingkat DPRD yang mempertimbangkan kemampuan daerah dalam membayar utang jika pinjaman disetujui.
“Tapi DPRD-nya masih mikir, kalau pinjam Rp100 miliar bisa bayar enggak,” ujar Lucky.
Sontak, Dedi Mulyadi merespons cepat, “Bisa lah,” katanya menyemangati.
Dedi juga memuji semangat Lucky yang dianggap memiliki visi pembangunan yang kuat dan pantang mundur.
Tak hanya soal jalan, Lucky juga mengungkap rencana pembangunan underpass di Jatibarang, yang berada di jalur jalan provinsi. Proyek ini disebut sudah masuk dalam rencana pembangunan nasional dan ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026.
“Kalau bisa, provinsi bantu juga untuk drainasenya,” pinta Lucky.
“Iya boleh,” jawab Dedi Mulyadi singkat.
Langkah-langkah agresif ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu tengah bergerak cepat memperbaiki konektivitas wilayah, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan mobilitas masyarakat.

























