Suaradermayu.com – Warga Blok Kepolo, Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, dihebohkan dengan kemunculan seekor ular sanca besar yang tiba-tiba melintas di area pemakaman dekat Kali Dudukan, pada Kamis malam (16/7/2025).
Ular sanca sepanjang sekitar 3 meter itu pertama kali terlihat sekitar pukul 22.00 WIB oleh warga yang tengah melintas di jalan sempit dan gelap di samping aliran kali. Dalam waktu singkat, warga pun berkumpul dan bergotong royong menangkap ular tersebut menggunakan alat seadanya.
“Ular sepertinya muncul dari sekitar perahu-perahu rusak yang sudah lama tergeletak di pinggir kali,” ungkap Jaza Ulkhoir, warga yang turut menyaksikan penangkapan, Jumat (18/7/2025).
Jalan Gelap Dekat Pemakaman, Warga Resah
Penemuan ular itu terjadi di jalan yang dikenal minim penerangan dan sering dilewati warga, termasuk anak-anak yang pergi mengaji atau pulang dari kegiatan malam.
“Jalurnya gelap gulita, dekat pemakaman, dan rawan bahaya. Kalau ular sebesar itu muncul tiba-tiba, jelas membahayakan,” kata warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga mengaku sering waswas melintasi kawasan tersebut, apalagi lokasi tersebut juga berdekatan dengan pemukiman padat penduduk.
Diduga Bersarang di Perahu Rusak
Menurut penuturan warga, kemunculan ular bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Mereka menduga hewan melata itu bersarang di perahu-perahu kayu yang telah rusak dan dibiarkan menumpuk di pinggir kali.
“Sudah beberapa kali warga lihat ular kecil, tapi baru kali ini yang besar. Kalau tidak segera dibersihkan, bisa muncul lagi,” ujar salah satu warga lainnya.
Warga Minta Pemerintah Desa dan Dinas Terkait Turun Tangan
Kekhawatiran warga makin bertambah, terutama karena area kali yang kotor dan semak belukar sering menjadi tempat persembunyian binatang liar. Warga pun mendesak agar:
Pemerintah Desa Singaraja segera memasang lampu penerangan jalan di sekitar lokasi.
Dinas terkait melakukan pembersihan dan evakuasi perahu rusak yang berserakan di pinggiran kali.
“Kami minta perhatian serius. Jangan sampai ada korban dulu baru ditindak,” tokoh masyarakat setempat.


























