Home / Indramayu / Ragam

Jumat, 9 Mei 2025 - 19:16 WIB

Bupati Lucky Hakim Dukung Siswa Nakal Masuk Barak Militer: “Biar Mereka Belajar Disiplin Sejak Dini!

Siswa bermasalah mendapat pembinaan pendidikan karakter di barak militer

Siswa bermasalah mendapat pembinaan pendidikan karakter di barak militer

Suaradermayu.com– Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim siswa kurang disiplin ke barak militer. Menurutnya, pendekatan militer dinilai sebagai solusi efektif dalam menekan angka kenakalan remaja yang semakin meresahkan.

Dalam pernyataan resminya kepada awak media pada Jumat (9/5/2025), Lucky Hakim menyebut bahwa pendidikan bergaya militer dapat membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda secara lebih kuat.

“Saya mendukung, karena sudah menjadi pengetahuan kita bersama bahwa di militer itu benar-benar dilatih untuk bisa disiplin,” tegasnya.

Bupati Lucky menilai, anak-anak yang dianggap “nakal” sejatinya memiliki energi besar yang belum diarahkan dengan benar. Pelatihan fisik dan mental ala militer diharapkan mampu mengubah arah energi tersebut ke hal-hal yang lebih positif dan produktif.

Baca juga  769 PPPK Dilantik, Lucky Hakim: “Jangan Jadi ASN Biasa-Biasa Saja!”

“Dengan pendidikan fisik yang keras, berbeda dari sekolah pada umumnya, diharapkan anak-anak bisa sadar sejak dini bahwa perilaku menyimpang seperti tawuran itu salah. Sehingga saat dewasa mereka tidak terjerumus dalam tindak kriminal,” tambah Lucky.

Ia juga menegaskan bahwa pengiriman ke barak militer bukan bentuk hukuman, melainkan bentuk pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai kedisiplinan sejak dini.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan siswa yang dikirim ke barak hasil persetujuan orang tua siswa dan mempunyai karakter yang layak dibina.

Baca juga  Setelah Pilkada Indramayu 2024, Kapan Lucky Hakim-Syaefudin Dilantik?

“Tukang tawuran, tukang mabok, tukang main Mobile Legend malam hari, yang bolos terus, bahkan yang berangkat ke sekolah tapi tidak pernah sampai sekolah,” ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan bahwa program ini bukan pelatihan militer, melainkan pembinaan karakter berbasis kedisiplinan. Setiap siswa akan mengikuti rutinitas ketat, mulai dari bangun pagi, bersih-bersih lingkungan, olahraga, hingga belajar sore hari. Kegiatan seperti push up, sit up, baris-berbaris, dan permainan olahraga akan menjadi bagian dari kehidupan harian mereka.

“Ini agar mereka jadi anak-anak yang bugar, tidak merokok, tidak minum ciu atau pakai obat-obatan,” tegas Dedi.

Baca juga  Adik H. Sahroni Minta Semua Pelaku Diburu, Soroti Harta Korban Pembunuhan Paoman Dikelola Pihak Lain

Siswa yang mengikuti program ini dipilih berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua. Selama enam bulan, mereka tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah formal. Namun, ruang kelas tetap tersedia di dalam barak dan guru dari sekolah asal akan datang memberikan materi pelajaran.

“Tidak ada masalah, ini semacam pendidikan khusus berbasis disiplin,” ujarnya.

Kebijakan ini tengah menjadi sorotan publik. Banyak yang berharap metode ini mampu membawa perubahan nyata dalam pembentukan mental generasi muda, khususnya di wilayah Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Indramayu pun menunjukkan komitmennya untuk mendukung kebijakan tersebut demi menciptakan generasi yang lebih tertib, disiplin, dan berintegritas.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Warga Balongan Kawal Ketat Janji PT Pertamina: Susu Gratis Aktif Lagi November, Enam Tuntutan Harus Direalisasikan

Indramayu

Wabup H. Syaefudin Sematkan Simbol Gerakan Kultur Aswaja kepada Kang Ade Syaekudin: Santri adalah Penjaga Moral Bangsa

Indramayu

Naas, Remaja Asyik Ngonten Video Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu

Indramayu

Polisi Selidiki Jebakan Tikus yang Memakan Korban Jiwa di Indramayu

Kesehatan

Dilarang Ambil Foto dan Video di Rumah Sakit dan Puskesmas di Indramayu, Namun Saat Pejabat Datang, Kamera Justru Diputar!

Terpopuler

Bupati Indramayu Jangan Lindungi Anak Buah, LBH Ghazanfar Bongkar Celah Korupsi Rp1,4 Miliar Dana PKBM

Edukasi

Anak Bunuh Ayah Kandung di Indramayu, Mayat Dikubur di Pekarangan Rumah
Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin dan Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Terpopuler

Jaksa Agung Rombak Besar-besaran Kajari di Daerah, Indramayu Termasuk