Suaradermayu.com – Kabar duka menyelimuti Indramayu. Seorang wanita muda berinisial S (23), korban pembakaran oleh suami sirinya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sejak 10 Maret 2025.
Korban mengalami luka bakar serius di wajah, tubuh, dan kepala akibat aksi sadis yang dilakukan suami sirinya, R (28), yang tega menyiram bensin dan membakar korban hidup-hidup karena dilanda cemburu buta.
Bupati Indramayu Lucky Hakim yang sempat menjenguk korban pada Rabu (16/4/2025), mengaku sangat terkejut dan berduka atas kabar meninggalnya korban.

“Innalillahi. Saya sangat prihatin. Tadi (diberi tahu) saya langsung perintahkan tim Pemda untuk mengurus semua keperluan jenazahnya,” ujar Bupati Lucky kepada Suaradermayu.com, Minggu (20/4/2025).
Kronologi peristiwa dilansir suaradermayu.com, Jumat, (14/3/2015), kejadian memilukan ini terjadi di rumah kakak korban di Desa/Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, pada Senin malam (10/3/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, pelaku R nekat melakukan aksi tersebut setelah memergoki korban bersama pria lain di Alun-Alun Haurgeulis. Rasa cemburu memuncak ketika korban menghubungi pria tersebut dan mengatakan akan mengunjunginya malam itu.
Hubungan rumah tangga korban dan pelaku diketahui memang sering diwarnai pertengkaran. Korban bahkan sempat meninggalkan rumah dan tinggal bersama kakaknya.

Pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan. Pelaku berhasil ditangkap di rumahnya di Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis, pada Selasa (11/3/2025), kurang dari 24 jam setelah kejadian.
“Saat ini pelaku sudah diamankan dan mengakui perbuatannya. Ia menyesali tindakannya,” ujar AKP Hillal, perwakilan Polres Indramayu, kepada Suaradermayu.com, Jumat (14/3/2025).
Kasus ini kini masih dalam proses hukum, sementara pihak keluarga korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatannya.

























