Home / Indramayu

Rabu, 29 Januari 2025 - 21:32 WIB

Polres Indramayu Tutup Tanggul Jebol Akibat Banjir Rob di Eretan Kulon

Suaradermayu.com – Banjir rob kembali menerjang pesisir Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, pada Rabu (29/1/2025). Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 cm. Gelombang tinggi yang mencapai empat meter juga menyebabkan tanggul jebol, memperparah dampak banjir.

Untuk mengatasi dampak banjir rob, Polres Indramayu segera mengerahkan personel guna menutup tanggul yang jebol menggunakan batu yang tersedia di sekitar lokasi.

“Kami berupaya menutup sementara tanggul yang jebol dengan batu agar air tidak semakin masuk ke permukiman,” ujar AKP Wawan, Kepala Satuan Sabhara (Satsabhara) Polres Indramayu.

Baca juga  Dugaan Pungli PTSL di Drunten Wetan, Warga Laporkan Oknum Panitia ke Satgas Saber Pungli

Selain menutup tanggul darurat, aparat kepolisian juga mengevakuasi warga terdampak. Petugas harus membujuk beberapa warga yang masih bertahan di rumah agar segera pindah ke lokasi yang lebih aman.

“Sejak pagi kami bersama Polsek telah melakukan evakuasi dan berupaya meyakinkan warga yang enggan mengungsi agar segera pindah ke tempat lebih aman,” tambahnya.

Banjir rob mulai menggenangi ratusan rumah sejak Rabu pagi. Selain itu, gelombang tinggi yang mencapai empat meter juga merusak setidaknya lima rumah di kawasan pesisir tersebut.

Baca juga  KAI Pecat Firdaus Oiwobo Usai Aksi Naik Meja di Pengadilan

Seorang warga, Sajidin (55), mengaku bahwa banjir rob kali ini merupakan yang terparah sejak awal 2025. Banyak warga terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang tidak terdampak banjir.

“Air mulai masuk sejak pukul 06.00 WIB dan hingga kini belum surut. Gelombang tinggi menyebabkan tanggul jebol, sehingga air langsung masuk ke permukiman,” ujarnya.

Saat ini, Polres Indramayu, BPBD, dan warga setempat terus berupaya menangani dampak banjir rob dengan berbagai langkah, antara lain:

1.Menutup tanggul yang jebol secara darurat untuk mencegah banjir semakin parah.
2. Melakukan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.
3. Memantau cuaca dan pasang surut air laut guna mengantisipasi banjir susulan

Baca juga  Pemkab Indramayu Usung Visi REANG di RPJMD 2025-2029

Banjir rob di pesisir Indramayu sering terjadi akibat pasang air laut yang tinggi. Oleh karena itu, warga diimbau untuk:

1. Mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi.
2. Menyiapkan perlengkapan darurat, seperti dokumen penting dan obat-obatan.
3. Mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan BPBD untuk langkah antisipasi.

Banjir rob ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir. Diharapkan, pemerintah daerah dapat mencari solusi jangka panjang, seperti pembangunan tanggul lebih kuat dan peningkatan sistem drainase.

 

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Gembong Mafia Minyak Terungkap: MAKI Desak KPK Usut Dugaan Korupsi di SKK Migas dan Petral

Indramayu

Dana Pusat Dipangkas Rp 240 Miliar, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Indramayu Tetap Lanjutkan Pembangunan

Indramayu

Darurat Obat Keras! Polres Indramayu Bongkar Ribuan Butir Obat Ilegal, Generasi Muda Jadi Target

Indramayu

Bupati Lucky Sebut Pabrik Sepatu Terisi Indramayu, Serap 30 Ribu Warga!

Indramayu

Putra Indramayu Pimpin Audit Sistem Manajemen Mutu LSP Lemhannas RI

Indramayu

ETLE Mobile Mulai Diterapkan di Indramayu, Kamera Bisa Deteksi Wajah Pelanggar hingga Malam Hari!

Indramayu

2 Siswa LPK Al Alif di Indramayu Kena “Prank”, Janji Kerja di Korea Pupus

Edukasi

Pimpinan LPK Al Alif Indramayu Terlibat Sindikat Perdagangan Orang