Home / Terpopuler / Sorotan

Selasa, 21 April 2026 - 23:35 WIB

Jaksa Agung Ingatkan Kejaksaan: Jangan Asal Jadikan Kepala Desa Tersangka, Dinas Harus Bertanggung Jawab

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin

Suaradermayu.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengingatkan seluruh jajaran Kejaksaan di daerah agar tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, khususnya dalam perkara pengelolaan dana desa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum yang digelar ABPEDNAS. Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menegaskan bahwa menjadikan kepala desa sebagai tersangka bukanlah indikator keberhasilan penegakan hukum.

“Saya tidak bangga kalau kepala desa dijadikan tersangka. Jangan ada kriminalisasi,” tegasnya,Senin (20/4/2026).

Menurutnya, banyak kepala desa berasal dari latar belakang masyarakat umum yang belum memiliki pengalaman dalam tata kelola administrasi pemerintahan maupun pengelolaan keuangan dalam jumlah besar. Tanpa pembinaan yang memadai, kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahan administratif.

Baca juga  Bupati Indramayu Resmikan TK dan TPQ Bustanul Athfal di Muntur, Dukung Gerakan Indramayu Mengaji

Burhanuddin menilai, pendekatan hukum yang langsung mengarah pada pidana dalam setiap kesalahan justru berpotensi tidak adil. Ia menegaskan bahwa kesalahan administratif harus dibedakan secara jelas dari perbuatan yang mengandung unsur penyalahgunaan wewenang atau korupsi.

Ia juga menyoroti peran dinas terkait di tingkat kabupaten yang dinilai tidak bisa lepas tangan jika terjadi persoalan di desa. Menurutnya, tanggung jawab pembinaan berada pada dinas tersebut.

Baca juga  Pakta Integritas Rp233 Miliar Hanya Dagelan Komedi, LBH Ghazanfar: Pemkab dan DPRD Indramayu Sama-Sama Tidak Becus!

“Yang harus bertanggung jawab itu dinasnya. Mereka yang wajib membina,” ujarnya.

Meski demikian, Jaksa Agung tetap memberikan batas tegas. Jika dana desa terbukti disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, maka penindakan hukum harus tetap dilakukan.

“Kalau uangnya dipakai untuk kepentingan pribadi, silakan diproses. Tapi kalau hanya kesalahan administrasi lalu dijadikan tersangka, saya akan minta pertanggungjawaban,” tandasnya.

Baca juga  Salman Instruksikan Camat Anjatan Tak Ada Lagi Mediasi Soal Bangun Pasar

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara proporsional dan berkeadilan. Pendekatan pembinaan dinilai menjadi kunci untuk mencegah kesalahan dalam pengelolaan dana desa.

Di sisi lain, publik kini menaruh perhatian pada implementasi pernyataan tersebut di lapangan. Konsistensi aparat penegak hukum dalam membedakan antara kesalahan administratif dan tindak pidana menjadi hal penting agar tidak menimbulkan persepsi kriminalisasi.

Pesan Jaksa Agung pun jelas: penegakan hukum tidak boleh asal, dan tanggung jawab pembinaan tidak bisa dilepaskan dari dinas yang berwenang. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

DPRD Soroti Pemkab Indramayu Tak Becus Atasi Kekeringan Sawah, Jalan Perbatasan Hancur, Banjir Rob Eretan, Janji Bupati Masih Retorika

Daerah

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek Rp9,5 Miliar

Terpopuler

Video Viral Diduga Suara Cabup Nina Agustina dan Kasatpol PP Indramayu Ancam Kuwu

Edukasi

Polisi Tangkap 1 Pelaku Peredaran Obat Terlarang di Indramayu

Terpopuler

Disnaker Indramayu : Ada 17 Ribu Warga Indramayu Daftar Jadi Pekerja Migran Selama 2022

Edukasi

Ganti Kepala Desa (Kuwu), Langsung Sapu Bersih Pamong Desa? Ini Aturan Hukumnya

Terpopuler

Akad Nikah Kini Bisa Dilaksanakan di Luar KUA dan Jam Kerja

Edukasi

MUI Indramayu Keluarkan Fatwa Resmi: Ajaran “Islam 4S” Desi di Kroya Dinyatakan Menyimpang, Polisi Diminta Bertindak