Home / Terpopuler

Minggu, 9 Februari 2025 - 22:27 WIB

BMKG: Musim Hujan 2025 Berlangsung hingga Maret, Waspadai Cuaca Ekstrem

Banjir rendam ruas Jalan Gatot Subroto Indramayu, Senin (27/2/2023).

Banjir rendam ruas Jalan Gatot Subroto Indramayu, Senin (27/2/2023).

Suaradermayu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim hujan di Indonesia akan berlangsung hingga akhir Maret 2025. Sementara itu, pada April 2025 diperkirakan terjadi peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Musim hujan diprediksi akan berakhir sampai bulan Maret, akhir Maret 2025, dan April itu transisi dari musim hujan ke musim kemarau,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dikutip dari Antara.

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia telah mengalami puncak musim hujan sejak Januari hingga Februari 2025. Beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, diperkirakan masih akan mengalami intensitas hujan tinggi hingga akhir Februari atau awal Maret.

Baca juga  Uang Rp 19 Miliar yang Diduga Dinikmati Bupati Pekalongan Bisa Bangun 400 Rumah

Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena angin muson Asia yang semakin menguat serta pengaruh La Nina—meskipun dalam kondisi lemah—menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya curah hujan di beberapa daerah.

La Nina adalah fenomena anomali iklim global yang ditandai dengan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang lebih dingin dari biasanya. Kondisi ini dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Selain itu, Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak ke arah Indonesia bagian tengah dan seruakan udara dingin dari dataran tinggi Asia juga turut berkontribusi terhadap cuaca basah yang masih terjadi.

Baca juga  Eceng Gondok Bikin Resah! Bupati Lucky Hakim Turun Tangan Langsung ke Sungai Cimanuk

Dengan masih berlangsungnya musim hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, dan kemungkinan banjir.

“Hanya tempatnya itu bergeser-geser, misalnya dari Sumatera, dari Jakarta, lalu ke Jawa Tengah, ke Jawa Timur, lalu nanti ke Sulawesi, nanti balik lagi ke Jakarta. Jadi akan berpindah-pindah tempatnya,” jelas Dwikorita.

Untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru, masyarakat disarankan untuk memantau prakiraan cuaca melalui situs resmi BMKG (www.bmkg.go.id), akun media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

BMKG juga menegaskan bahwa prakiraan cuaca diperbarui secara berkala setiap tiga jam, sehingga dapat membantu masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian.

Baca juga  Kapolsek Karangampel AKP Warmad Diduga Abaikan Laporan Ancaman Kekerasan Pilwu, Propam Turun Tangan

“Dengan terus melihat prakiraan cuaca, kita akan tahu enam hari ke depan cuacanya seperti apa setiap hari. Itu setiap tiga jam seperti apa, cuacanya bisa diketahui,” kata Dwikorita.

Musim hujan di Indonesia diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret 2025. Dengan adanya fenomena La Nina, angin muson Asia, dan faktor lainnya, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir atau bencana hidrometeorologi lainnya.

Tetap pantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

Share :

Baca Juga

Indramayu

Tanpa Bukti Ilmiah, Senjata Jaksa Andalkan “Kata Priyo” untuk Tuntut Hukuman Mati di Sidang Paoman

Terpopuler

SMSI Nyatakan Sikap Nasional, Dukung Prabowo-Gibran & Dorong Pemiskinan Koruptor

Terpopuler

Wabup Indramayu : Embarkasi Haji Jawa Barat Siap Berangkatkan 60 Kloter Jamaah Haji

Terpopuler

Wakil Bupati Indramayu Ikuti Retret di Magelang Bersama Kepala Daerah Se-Indonesia

Daerah

Terbongkar! Modus “Wali” di Ponpes Pati, Oknum Kiai Diduga Lecehkan Puluhan Santriwati

Terpopuler

Kader Copot Atribut, Ketua DPD Nasdem Indramayu Mengaku Dimintai Mahar Rp 3,5 Miliar Untuk Nyaleg

Indramayu

Sejak 2022 Lalu, Galangan Kapal Milik Al Zaytun Disegel Pemda Indramayu

Indramayu

Dugaan Intimidasi Pasca-Pilwu Singajaya, Anggota DPRD Jabar Hilal Hilmawan Disorot