Suaradermayu.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menindak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan pemalakan terhadap pengusaha dengan dalih tunjangan hari raya (THR).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa langkah ini diambil atas arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa TNI berkomitmen melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
“TNI siap dan akan selalu berkoordinasi dengan Polri serta aparat penegak hukum lainnya dalam menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengusaha,” kata Kristomei pada Minggu (23/3/2025).
Brigjen Kristomei juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang Lebaran 1446 H. Jika menemukan praktik pungli atau tindakan premanisme, ia meminta masyarakat segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Terutama menjelang Lebaran, di mana aktivitas ekonomi meningkat dan potensi gangguan keamanan, termasuk aksi premanisme, kerap terjadi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa TNI akan mendukung langkah-langkah penegakan hukum dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, juga menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan tindakan premanisme yang berkedok ormas, termasuk pemalakan bermodus THR.
“Sesuai komitmen Kapolri, Polri akan menindak tegas aksi premanisme berkedok ormas. Tidak boleh ada oknum yang menggunakan nama ormas untuk melakukan pemerasan, pungutan liar, atau aksi yang merugikan dunia usaha,” kata Trunoyudo.
Ia juga mengungkapkan bahwa Polri telah menerima berbagai laporan dari pengusaha yang merasa terintimidasi oleh kelompok tertentu yang menagih uang dengan alasan iuran atau jaminan keamanan.
Dengan sinergi antara TNI dan Polri, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Lebaran tetap terkendali, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lancar tanpa gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pemerintah melalui TNI dan Polri menegaskan komitmennya dalam menindak tegas aksi premanisme berkedok ormas, khususnya yang melakukan pungli terhadap pengusaha. Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dengan segera melaporkan tindakan yang mencurigakan kepada aparat berwenang.


























