Suaradermayu.com – Ade Syaekudin, yang akrab disapa Kang Ade, dikenal sebagai Assesor di Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI) di Jakarta. Meski berkiprah di tingkat nasional, Kang Ade tetap menunjukkan komitmen sosial yang tinggi terhadap kampung halamannya.
Buktinya, pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 H, Kang Ade pulang ke Indramayu dan turun langsung memimpin prosesi pemotongan tiga ekor sapi dan tiga ekor kambing di halaman Yayasan Griya Aswaja Indramayu, yang ia pimpin sebagai Ketua Pembina.

Sebagai seorang Assesor BNSP RI, Kang Ade memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia melalui berbagai program sertifikasi profesi.
Namun di tengah kesibukannya di Ibu Kota, ia tak pernah melupakan akar perjuangannya di daerah. Setiap momen penting, termasuk momen kurban, ia usahakan untuk hadir langsung.
“Di manapun kita berkiprah, jangan pernah lupa pulang. Karena keberkahan itu hadir saat kita bisa berbagi manfaat dengan orang-orang di sekitar kita,” ujar Kang Ade saat ditemui di lokasi pemotongan, Jl. IR H. Juanda, Desa Singajaya, Indramayu, Sabtu pagi (7/6/2025).

Kang Ade menegaskan bahwa kegiatan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan merupakan manifestasi nilai-nilai empati, keikhlasan, dan kepedulian.
“Di tengah tantangan hidup yang makin kompleks, sekecil apa pun kebaikan yang bisa kita bagi akan sangat berarti bagi yang menerima,” ungkapnya.
Ia berharap Griya Aswaja bisa terus menjadi wadah gerakan sosial yang inspiratif. Tidak hanya di Indramayu, tetapi juga dapat menjadi contoh positif bagi daerah-daerah lain.

Proses pemotongan hewan kurban dilakukan sesuai dengan syariat Islam, melibatkan jagal profesional serta relawan yayasan. Setelah proses pemotongan, ratusan kantong daging kurban dibagikan kepada kaum dhuafa, santri, dan keluarga prasejahtera.
“Saya bersyukur bisa memimpin langsung proses ini. Alhamdulillah, semua berjalan lancar dan tertib,” tambah Kang Ade.
Sebagai Assesor BNSP RI, Kang Ade juga memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita juga ingin mendidik anak muda agar terbiasa dengan nilai gotong royong, empati, dan kepemimpinan sosial,” jelasnya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendorong berbagai program pemberdayaan di Yayasan Griya Aswaja, agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Kehadiran Kang Ade, seorang Assesor BNSP RI yang tetap peduli dan aktif di daerah, menjadi inspirasi bahwa kiprah nasional tidak boleh membuat kita melupakan tanggung jawab sosial di kampung halaman.

“Di Jakarta saya membangun profesionalisme. Di Indramayu, saya ingin membangun jiwa sosial. Keduanya harus berjalan beriringan,” pungkas Kang Ade.


























