Home / Indramayu / Ragam

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:20 WIB

Razia Satpol PP Indramayu Bongkar Fakta Miris: Siswa SMP Tak Bisa Baca, Siswa SMA Tak Bisa Hitung Perkalian Dasar

Satpol PP dan Damkar Indramayu merazia puluhan pelajar di kawasan pemakaman Makam Selawe, Kecamatan Sindang, pada Senin (11/8/2025)

Satpol PP dan Damkar Indramayu merazia puluhan pelajar di kawasan pemakaman Makam Selawe, Kecamatan Sindang, pada Senin (11/8/2025)

Suaradermayu.com – Pagi yang seharusnya diisi dengan semangat belajar justru berubah menjadi potret kelam dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu. Razia Satpol PP dan Damkar yang digelar di kawasan pemakaman Makam Selawe, Kecamatan Sindang, pada Senin (11/8/2025) menguak fakta yang mengkhawatirkan.

Baca Juga : Satpol PP Tak Mampu Kosongkan Graha Pers Indramayu, Wartawan Usir Petugas!

Seorang siswa SMP tidak bisa membaca, sementara seorang siswa SMA kelas XII tak mampu mengerjakan hitungan perkalian dasar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Indramayu, Teguh Budiarso, mengatakan temuan ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

“Sangat miris, ada siswa SMP tidak bisa baca, lalu ada siswa SMA yang bahkan tidak tahu hasil 3 x 4. Padahal ini pelajaran dasar yang seharusnya dikuasai sejak SD,” ujarnya dengan nada prihatin.

Baca juga  Disdikbud Indramayu Larang Penjualan LKS di Sekolah, Akan Lakukan Evaluasi

Nongkrong di Pemakaman Saat Jam Pelajaran

Razia yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB itu menyasar sejumlah titik rawan pelajar bolos. Di Makam Selawe, petugas mendapati 10 pelajar SMP dan SMA tengah nongkrong santai di antara nisan. Dua di antaranya adalah siswi.

Baca Juga : Satpol PP dan Damkar Indramayu Beri Pelayanan Prima

Mereka langsung dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar untuk pembinaan, dengan memanggil orang tua dan pihak sekolah. Saat diminta membaca daftar absen, salah satu siswa SMP hanya terdiam lalu mengaku, “Dari SD nggak bisa baca, saya malas.”

Baca juga  Kasus Korupsi BPR Karya Remaja Indramayu Diduga Mandek di Kejati Jabar, ANKRI Geruduk Kejagung: “Jangan Ada yang Dilindungi!”

Sementara itu, siswa SMA yang dites soal perkalian sederhana juga tidak mampu menjawab. Saat ditanya “tiga kali empat berapa?”, ia menjawab pelan, “Gak tahu.”

Grup WhatsApp Tak Pantas di Ponsel Pelajar

Selain masalah kemampuan akademik, petugas juga menemukan grup WhatsApp berisi konten tak pantas di ponsel salah satu siswa SMP. Pelajar itu berdalih dimasukkan ke grup tersebut oleh temannya.

“Itu teman saya yang masukin, bukan saya yang sengaja gabung,” ujarnya.

Baca juga  H. Syaefudin Hadiri "Ngobati" di Unwir, Bahas Strategi Pembangunan Indramayu

Bukan Mempermalukan, Tapi Menyadarkan

Teguh menegaskan, tujuan razia bukan untuk mempermalukan para siswa di depan orang tua atau guru, tetapi untuk membuka mata semua pihak bahwa masalah pendidikan tidak boleh diabaikan.

Baca Juga : Satpol PP Indramayu Gencar Tertibkan Rokok Ilegal, Pedagang Diminta Patuh Aturan

“Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus bergandengan tangan. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa arah, tanpa ilmu, dan tanpa bimbingan,” pesannya.

Fenomena yang Mengguncang Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi tamparan keras bahwa krisis pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga tentang lemahnya pengawasan, kurangnya kepedulian, dan minimnya kerja sama semua pihak.

Share :

Baca Juga

Indramayu

47 Honorer Indramayu Terancam Tak Diakui, DPRD Siap Panggil BKPSDM

Daerah

Dedi Mulyadi Siapkan Rp 10 Juta untuk Relokasi Warga Eretan, Tangani Banjir Rob Puluhan Tahun

Indramayu

Usai Tenggak Miras Oplosan, Satu Orang Tewas, Dua Dirawat di Indramayu

Indramayu

Bupati Indramayu Apresiasi Pemulangan Robiin, Korban TPPO di Perbatasan Thailand-Myanmar

Ekonomi

KOMPI Tolak PSN Tambak Pantura, Pemerintah Tegaskan Program Revitalisasi Sejahterakan Petambak

Ekonomi

Heboh! Bupati Lucky Teken 1.000 Izin Usaha dalam Sebulan: Yang Dari 2022 Pun Saya Selesaikan!

Indramayu

Pengelolaan Pelayanan dan Pengaduan Publik, Pemkab Indramayu Raih Peringkat Kedua Terbaik di Jawa Barat

Indramayu

Kunci Tertelan Bocah Yatim di Indramayu Sudah Seminggu, RSUD Pantau Ketat Kondisi