Suaradermayu.com – Nasib malang menimpa seorang bocah yatim bernama Zulzazali Wal Ikram (8), warga Kelurahan Karangmalang, Kabupaten Indramayu. Selama satu minggu terakhir, sebuah kunci gembok masih bersarang di tubuhnya setelah tak sengaja tertelan.
Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu. Direktur RSUD Indramayu, Deden Bonni Koswara, menjelaskan bahwa meski secara fisik bocah tersebut terlihat sehat, tindakan medis tetap diperlukan segera.
“Kalau dilihat dari kondisi sekarang, sebenarnya anak itu tidak mengeluh apa-apa, secara pemeriksaan fisik juga baik,” ujar Deden saat ditemui pada Rabu (21/9/2022).
Kunci Bisa Sebabkan Infeksi Bila Tak Segera Diangkat
Meskipun tampak baik-baik saja, Deden menegaskan bahwa kunci logam yang tertelan itu harus segera diangkat. Ia khawatir, jika dibiarkan terlalu lama, benda asing tersebut bisa bergerak ke usus dan menyebabkan infeksi serius.
“Tim medis terus memantau kondisi anak itu. Yang kami khawatirkan, kunci bisa saja turun ke usus. Karena kalau sudah di usus, bisa mengakibatkan infeksi,” tambahnya.
Pihak RSUD Indramayu saat ini tengah menyiapkan langkah medis lanjutan. Zulzazali direncanakan akan dirujuk ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk penanganan lebih lanjut.
Namun, apabila terjadi kondisi darurat atau memburuk secara tiba-tiba, RSUD Indramayu siap melakukan tindakan operasi di rumah sakit setempat.
Pemerintah Bantu Proses Pengobatan Melalui BPJS
Untuk meringankan beban keluarga, terutama karena bocah tersebut adalah seorang yatim, pemerintah daerah turut membantu proses pembuatan BPJS Kesehatan agar seluruh biaya pengobatan bisa ditanggung.
Langkah ini merupakan bentuk perhatian dari pihak rumah sakit dan Pemkab Indramayu terhadap masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan mendesak.


























