Suaradermayu.com – Suara dentingan panci dan wajan bertalu-talu di bawah terik matahari. Suara itu bukan dari dapur, melainkan dari jalan raya. Di tangan para ibu rumah tangga Eretan Wetan, peralatan dapur menjadi simbol kemarahan yang sudah lama tertahan.
“Rakyat direndam rob, Lucky Hakim sibuk shooting!” begitu tulisan besar di spanduk putih yang dibentangkan di tengah kerumunan warga. Kalimat itu menggambarkan rasa kecewa masyarakat pesisir Indramayu terhadap janji-janji manis yang tak pernah diwujudkan.
Rob yang Tak Pernah Pergi
Eretan Wetan, sebuah desa di pesisir utara Indramayu, sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir rob. Air laut yang naik saban bulan menyusup ke rumah-rumah, merendam lantai, merusak perabotan, bahkan memaksa anak-anak belajar di atas meja.
“Kalau malam air masuk sampai dapur. Kadang kasur basah, kami tidur di kursi,” ujar Yayah (43), ibu rumah tangga yang ikut aksi, sambil menabuh panci di tangannya.
Bagi warga, rob bukan lagi bencana, tapi bagian dari hidup yang getir. Mereka menunggu janji pemerintah tentang tanggul penahan air laut atau relokasi, tapi yang datang hanya janji baru tanpa bukti.
Janji yang Tergenang
Nama Lucky Hakim kembali disebut dalam aksi ini. Mantan Wakil Bupati Indramayu itu pernah menjanjikan penanganan permanen banjir rob saat masih menjabat. Namun warga menilai, janji itu ikut tenggelam bersama gelombang pasang yang terus menghantam rumah mereka.
“Dulu katanya mau bantu, mau bangun tanggul. Tapi yang dibangun malah citra di media. Sekarang kami dengar beliau sibuk shooting. Kami cuma bisa menunggu, tapi air tidak pernah menunggu,” ucap Rodi (47), warga yang rumahnya saban bulan terendam.
Aksi warga yang berlangsung Jumat (7/11/2025) itu menjadi puncak kemarahan yang tak lagi bisa dibendung. Sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan orang turun ke Jalur Pantura, membawa spanduk, pengeras suara, dan alat dapur yang ditabuh serentak.
Suasana berubah seperti festival kemarahan: orasi, teriakan, dan suara wajan berdenting menggema di sepanjang jalan.
Blokade Pantura dan Kemacetan Panjang
Selama beberapa jam, arus kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta lumpuh total. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Pengendara banyak yang berhenti, sebagian turun untuk melihat langsung aksi warga pesisir ini.
Aparat kepolisian dan TNI diterjunkan ke lokasi. Mereka mencoba mengatur lalu lintas sekaligus berdialog agar jalur tidak ditutup sepenuhnya.
“Kami memahami aspirasi warga, tapi kami juga harus menjaga agar jalur nasional tetap bisa dilalui,” ujar salah satu anggota kepolisian di lokasi.
Jeritan yang Viral di Media Sosial
Foto spanduk bertuliskan “Rakyat Direndam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting” cepat menyebar di Facebook. Dalam waktu singkat, unggahan foto itu dibanjiri ribuan komentar dan reaksi dari warganet yang menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.
“Kalimat itu menampar keras pejabat yang lebih sibuk mencari sorotan ketimbang memberi solusi,” tulis salah satu akun di kolom komentar.
Warga berharap viralnya aksi mereka di media sosial bukan sekadar jadi bahan perbincangan, tapi menjadi tekanan agar pemerintah segera bertindak nyata.
Antara Laut, Janji, dan Harapan
Di antara kerumunan, seorang bocah kecil berdiri di pinggir jalan memegang gayung plastik kosong. Simbol sederhana, tapi penuh makna — seperti harapan mereka yang tak pernah terisi.
“Kami tidak minta istana, hanya minta agar rumah kami tidak tenggelam,” kata Sarnadi, tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu maupun Lucky Hakim. Namun warga menegaskan, jika tak ada solusi nyata dalam waktu dekat, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Malam harinya, saat air laut kembali naik dan menggenangi rumah warga, spanduk itu masih terbentang di pinggir jalan:
“Rakyat Direndam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting.”
Sebuah kalimat yang kini bukan hanya kritik — tapi jeritan hati rakyat kecil yang menuntut janji ditepati, bukan dilupakan. (Mashadi)

























