Home / Indramayu / Peristiwa

Jumat, 7 November 2025 - 19:34 WIB

Rakyat Terendam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting — Suara Luka dari Pesisir Eretan Wetan

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Eretan Wetan Bersatu menggelar aksi besar-besaran dengan memblokade Jalur Pantura Indramayu, Jumat (7/11/2025).

Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Warga Eretan Wetan Bersatu menggelar aksi besar-besaran dengan memblokade Jalur Pantura Indramayu, Jumat (7/11/2025).

Suaradermayu.com – Suara dentingan panci dan wajan bertalu-talu di bawah terik matahari. Suara itu bukan dari dapur, melainkan dari jalan raya. Di tangan para ibu rumah tangga Eretan Wetan, peralatan dapur menjadi simbol kemarahan yang sudah lama tertahan.

“Rakyat direndam rob, Lucky Hakim sibuk shooting!” begitu tulisan besar di spanduk putih yang dibentangkan di tengah kerumunan warga. Kalimat itu menggambarkan rasa kecewa masyarakat pesisir Indramayu terhadap janji-janji manis yang tak pernah diwujudkan.

Rob yang Tak Pernah Pergi

Eretan Wetan, sebuah desa di pesisir utara Indramayu, sudah puluhan tahun hidup berdampingan dengan banjir rob. Air laut yang naik saban bulan menyusup ke rumah-rumah, merendam lantai, merusak perabotan, bahkan memaksa anak-anak belajar di atas meja.

“Kalau malam air masuk sampai dapur. Kadang kasur basah, kami tidur di kursi,” ujar Yayah (43), ibu rumah tangga yang ikut aksi, sambil menabuh panci di tangannya.

Bagi warga, rob bukan lagi bencana, tapi bagian dari hidup yang getir. Mereka menunggu janji pemerintah tentang tanggul penahan air laut atau relokasi, tapi yang datang hanya janji baru tanpa bukti.

Baca juga  Disebut-sebut Otak Pembunuhan Satu Keluarga, Aman Yani Masih Tarik Dana Pensiun, KDM: Keberadaannya Gampang Dilacak

Janji yang Tergenang

Nama Lucky Hakim kembali disebut dalam aksi ini. Mantan Wakil Bupati Indramayu itu pernah menjanjikan penanganan permanen banjir rob saat masih menjabat. Namun warga menilai, janji itu ikut tenggelam bersama gelombang pasang yang terus menghantam rumah mereka.

“Dulu katanya mau bantu, mau bangun tanggul. Tapi yang dibangun malah citra di media. Sekarang kami dengar beliau sibuk shooting. Kami cuma bisa menunggu, tapi air tidak pernah menunggu,” ucap Rodi (47), warga yang rumahnya saban bulan terendam.

Aksi warga yang berlangsung Jumat (7/11/2025) itu menjadi puncak kemarahan yang tak lagi bisa dibendung. Sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan orang turun ke Jalur Pantura, membawa spanduk, pengeras suara, dan alat dapur yang ditabuh serentak.

Suasana berubah seperti festival kemarahan: orasi, teriakan, dan suara wajan berdenting menggema di sepanjang jalan.

Baca juga  Gubernur Jabar Larang Permintaan dan Pemberian THR ke Ormas dan LSM, Terbitkan Surat Edaran Resmi

Blokade Pantura dan Kemacetan Panjang

Selama beberapa jam, arus kendaraan dari arah Cirebon menuju Jakarta lumpuh total. Antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer. Pengendara banyak yang berhenti, sebagian turun untuk melihat langsung aksi warga pesisir ini.

Aparat kepolisian dan TNI diterjunkan ke lokasi. Mereka mencoba mengatur lalu lintas sekaligus berdialog agar jalur tidak ditutup sepenuhnya.

“Kami memahami aspirasi warga, tapi kami juga harus menjaga agar jalur nasional tetap bisa dilalui,” ujar salah satu anggota kepolisian di lokasi.

Jeritan yang Viral di Media Sosial

Foto spanduk bertuliskan “Rakyat Direndam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting” cepat menyebar di Facebook. Dalam waktu singkat, unggahan foto itu dibanjiri ribuan komentar dan reaksi dari warganet yang menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir.

“Kalimat itu menampar keras pejabat yang lebih sibuk mencari sorotan ketimbang memberi solusi,” tulis salah satu akun di kolom komentar.

Baca juga  OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Karya Remaja Indramayu

Warga berharap viralnya aksi mereka di media sosial bukan sekadar jadi bahan perbincangan, tapi menjadi tekanan agar pemerintah segera bertindak nyata.

Antara Laut, Janji, dan Harapan

Di antara kerumunan, seorang bocah kecil berdiri di pinggir jalan memegang gayung plastik kosong. Simbol sederhana, tapi penuh makna — seperti harapan mereka yang tak pernah terisi.

“Kami tidak minta istana, hanya minta agar rumah kami tidak tenggelam,” kata Sarnadi, tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Indramayu maupun Lucky Hakim. Namun warga menegaskan, jika tak ada solusi nyata dalam waktu dekat, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Malam harinya, saat air laut kembali naik dan menggenangi rumah warga, spanduk itu masih terbentang di pinggir jalan:

“Rakyat Direndam Rob, Lucky Hakim Sibuk Shooting.”

Sebuah kalimat yang kini bukan hanya kritik — tapi jeritan hati rakyat kecil yang menuntut janji ditepati, bukan dilupakan. (Mashadi)

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Pengelolaan Pelayanan dan Pengaduan Publik, Pemkab Indramayu Raih Peringkat Kedua Terbaik di Jawa Barat

Indramayu

Gudang Petasan di Indramayu Terbakar, Polisi Duga Ilegal dan Telusuri Penyebab

Terpopuler

Bangun Rumah Susun, Pemprov Jabar dan Pemda Indramayu Kerja Sama Patungan untuk Warga Eretan

Indramayu

Polisi Indramayu Ringkus Pengedar Obat Terlarang, Ribuan Butir Obat Disita

Ekonomi

PDAM Indramayu Ungkap Penyebab Air Keruh dan Tak Mengalir, Kapasitas Produksi Overload

Indramayu

Jalan Rusak Akibat Dump Truck Galian Tanah Merah, Wabup Indramayu Tinjau Lokasi

Indramayu

Pekerja Lokal di Proyek Pabrik Sepatu Krangkeng Tersisih karena Upah Murah untuk Pekerja Luar

Kriminalitas

Masih Ingat Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu? Kini Masuk Meja Hijau