Home / Indramayu / Politik

Minggu, 26 Oktober 2025 - 07:53 WIB

Ponakan KH Syaerozi Bilal Maju Calon Kuwu Singaraja, Putra Ketua MWCNU Indramayu Usung Semangat Santri Membangun Desa

Suaradermayu.com – Di tengah riuhnya persiapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak Kabupaten Indramayu yang akan digelar pada 10 Desember 2025, muncul sosok muda santri yang menarik perhatian publik.

Dia adalah M. Jazaul Khoir, S.Ag., atau yang akrab disapa Kang Asa. Dengan wajah teduh dan tutur lembut khas santri, ia datang membawa semangat perubahan melalui gagasan “Santri Membangun Singaraja.”

Bagi masyarakat Singaraja, nama Kang Asa tidak asing. Ia lahir dari keluarga ulama besar yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan Islam. Ayahnya, KH. Ibnu Ubaidillah Bilal, adalah Ketua MWCNU Indramayu sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muta’alimin Kepolo Singaraja. Sedangkan pamannya, KH. Syaerozi Bilal, dikenal sebagai ulama kharismatik dan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Darul Falah Singaraja.

Latar keluarga yang sarat nilai keislaman itu membuat Kang Asa tumbuh dengan disiplin pesantren, terbiasa hidup sederhana, dan menjadikan pengabdian sebagai jalan hidup. Ia tak ingin hanya menjadi penonton atas nasib desanya. Maka, dengan tekad bulat, ia ikut serta dalam kontestasi Pilwu untuk membawa semangat santri ke dalam pemerintahan desa.

“Dengan semangat santri dan doa para kiai, Insya Allah kita wujudkan Singaraja yang religius, rukun, dan sejahtera. Mohon doa restu serta dukungan dari seluruh masyarakat,” ujarnya tenang kepada Suaradermayu.com, Sabtu (27/10/2025).

Baca juga  Bupati Lucky Hakim Jemput Bola, Pelayanan Publik Kini Hadir Langsung di Perbatasan Indramayu

Membangun Desa dengan Visi RIDHO

Dalam setiap pertemuan dengan warga, Kang Asa selalu membawa konsep yang ia sebut RIDHO — singkatan dari Religius, Inspiratif, Dedikatif, Harmonis, dan Optimal.

Bukan sekadar akronim, baginya “ridho” juga merupakan doa agar setiap langkah perjuangan mendapat restu dan keberkahan dari Allah SWT.

Makna Religius, menurutnya, adalah fondasi. Desa harus dibangun dengan iman, akhlak, dan moral yang kuat. Pemerintah desa harus menjadi teladan dalam kejujuran dan kedisiplinan. Ia ingin suasana keagamaan di Singaraja terus tumbuh lewat majelis taklim, pengajian, dan pembinaan remaja.

“Kalau masyarakatnya kuat akidah dan akhlaknya, Insya Allah desanya juga akan kuat dan sejahtera,” katanya.

Selanjutnya, Inspiratif. Bagi Kang Asa, pemimpin desa bukan hanya pengatur administrasi, tapi sumber motivasi bagi warganya. Ia ingin melahirkan pemerintahan yang bisa menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian di kalangan pemuda serta santri.

Makna ketiga, Dedikatif.
Pemimpin sejati adalah mereka yang mengabdi, bukan menikmati kekuasaan. Kang Asa menegaskan, jabatan kuwu adalah amanah, bukan kehormatan pribadi. Pemerintah desa harus memberikan pelayanan cepat, transparan, dan bebas dari pungli.

Baca juga  Gudang Petasan di Indramayu Terbakar, Polisi Duga Ilegal dan Telusuri Penyebab

“Kepemimpinan yang baik itu harus ikhlas, karena yang dilayani adalah umat, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Lalu Harmonis.
Singaraja, kata Kang Asa, adalah rumah bersama. Ia ingin menjaga desa agar tetap rukun tanpa sekat antarwarga. Semua keputusan dan program harus berpihak pada seluruh lapisan masyarakat, tanpa membeda-bedakan.

“Kalau hati warganya bersatu, apapun yang kita bangun akan terasa ringan dan berkah,” ujarnya lagi.

Dan terakhir, Optimal.
Bagi Kang Asa, potensi Singaraja terlalu berharga untuk dibiarkan. Ia ingin mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki desa, mulai dari ekonomi, pertanian, UMKM, hingga pendidikan berbasis pesantren. Ia juga ingin mendorong kemandirian ekonomi santri dan pemuda agar lebih produktif dan berdaya.

Makna Santri Membangun Singaraja

Gagasan “Santri Membangun Singaraja” yang diusung Kang Asa bukan slogan politik, tapi gerakan moral. Ia percaya, nilai-nilai pesantren bisa menjadi spirit baru bagi pemerintahan desa.

“Santri itu terbiasa hidup sederhana, mandiri, dan jujur. Kalau semangat itu kita bawa ke pemerintahan desa, Insya Allah akan lahir pemerintahan yang bersih, adil, dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Baca juga  SMP Plus Raudlatul Muta’alimin Kepolo Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Pawai Ta’aruf dan Doa Bersama

Kang Asa menilai, karakter santri yang sabar, disiplin, dan ikhlas dalam bekerja adalah modal besar untuk membangun tata kelola desa yang berintegritas. Ia bahkan berencana menjadikan pesantren sebagai mitra pemerintah desa — dalam pendidikan, sosial, maupun ekonomi umat.
Menurutnya, pesantren dan desa harus saling menguatkan agar kemajuan bisa dirasakan bersama.

Keyakinan dan Doa

Namun, seindah apapun visi dan program, Kang Asa menyadari bahwa semua tidak akan terwujud tanpa izin Allah. Karena itu, ia selalu menekankan pentingnya ikhtiar dan doa dalam setiap langkahnya.

“Insya Allah bisa. Semua itu dengan ikhtiar dan pertolongan dari Allah SWT. Pemerintah desa memiliki kewenangan untuk menjalankan program yang berpihak pada masyarakat. Kalau dijalankan dengan niat yang ikhlas, kerja keras, dan kebersamaan warga, maka cita-cita itu pasti bisa tercapai,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab kuwu, tapi hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Desa, bagi Kang Asa, bukan sekadar wilayah administratif — tapi tempat pengabdian dan ladang amal.

“Kita harus memulai dengan niat yang baik, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan selalu berdoa agar Allah meridhai setiap langkah kita. Dengan semangat santri dan gotong royong, Insya Allah Singaraja akan menjadi desa yang religius, harmonis, dan makmur,” pungkasnya. (Waryadi)

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

LBH Ghazanfar Sebut Bobroknya Manajemen PDAM Indramayu Picu Air Keruh dan Buruknya Pelayanan

Indramayu

Toni RM: Keluarga Putri Apriyani Tunggu Rilis Resmi Penangkapan Bripda Alvian

Indramayu

Buronan Berpakaian Dinas: Jejak Hitam Bripda Alvian yang Diburu Polisi

Indramayu

Kuwu Singajaya Khaerul Anam Siap Dikritik, Tolak Tekanan dan Ajak Warga Bangun Desa Bersama

Indramayu

Dugaan Malpraktik Persalinan Dilaporkan di Polres Indramayu, Kapolres: Penanganan Dilakukan Secara Profesional

Indramayu

Tangis Haru Warnai Khotmul Qur’an Santri Indramayu

Indramayu

Propam Polda Jabar Pecat Bripda Alvian, Toni RM : Tinggal Tunggu Pidananya

Indramayu

Satpol PP Indramayu Amankan Puluhan Pelajar saat Pesta Miras dan Aktivitas Judi Online di Kolong Jembatan Cimanuk