Suaradermayu.com –Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terus memperkuat sistem penjaminan mutu lembaga sertifikasi di Indonesia.
Kali ini, melalui kegiatan audit sistem manajemen mutu dan asesmen lapangan di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri, BNSP memastikan pelaksanaan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) bagi penyidik dan penyidik pembantu Polri berjalan profesional, transparan, dan sesuai standar nasional.
Audit ini dipimpin langsung oleh Kang Ade Syaekudin, Asesor Lisensi Kepala BNSP yang dikenal berpengalaman dan berdedikasi tinggi dalam membangun sistem mutu sertifikasi nasional. Sosok asal Indramayu ini kini berada di posisi strategis sebagai pengawas utama lembaga sertifikasi di berbagai instansi, termasuk Polri.
Kang Ade, Putra Indramayu di Garis Depan Penguatan Mutu Sertifikasi
Dalam arahannya di Aula Lemdiklat Polri, Mabes Polri, Kang Ade menegaskan pentingnya pelaksanaan sertifikasi yang sesuai dengan pedoman BNSP dan prinsip sistem manajemen mutu.
“BNSP hadir untuk memastikan proses sertifikasi berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel. LSP Polri memiliki peran strategis dalam menjaga profesionalisme penyidik, karena hasil sertifikasi menjadi tolok ukur kemampuan dan integritas aparat penegak hukum,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan Polri.
“Melalui SJJ, asesmen dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan tanpa batasan jarak. Ini selaras dengan semangat Polri Presisi dalam meningkatkan kompetensi dan pelayanan publik,” tambah Kang Ade.
Sinergi BNSP dan Polri di Bidang Sertifikasi
Audit ini dilaksanakan berdasarkan surat resmi Lemdiklat Polri Nomor B/4457/X/DIK.5.1/2025/lemdiklat, tertanggal 23 Oktober 2025, tentang permohonan visitasi penggunaan sistem nirkertas (paperless) dan penerapan Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) di lingkungan LSP Polri.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya:
Syamsi Harri, Ketua BNSP
Irjen Pol. Andry Wibowo, mewakili Kalemdiklat Polri
Kombes Pol. Mahedi Surindra, mewakili Karo Renmin Bareskrim Polri
Kombes Pol. Dhani Kristianto, Ketua LSP Polri
Serta para pejabat menengah (Pamen) di lingkungan Lemdiklat Polri
Dalam sambutannya, Ketua BNSP Syamsi Harri mengapresiasi komitmen Polri dalam memperkuat sistem sertifikasi kompetensi.
“Kegiatan ini membuktikan keseriusan Polri memastikan setiap penyidik memiliki kompetensi terukur dan sesuai standar nasional,” ujarnya.
Manfaat Sertifikasi Jarak Jauh di LSP Polri
Program Sertifikasi Jarak Jauh (SJJ) yang diaudit BNSP memberikan berbagai manfaat nyata bagi peningkatan profesionalisme di tubuh Polri, antara lain:
1. Efisiensi waktu dan sumber daya — penyidik dapat mengikuti sertifikasi tanpa meninggalkan tugas dinas.
2. Pemerataan akses sertifikasi bagi seluruh anggota Polri di berbagai daerah.
3. Peningkatan profesionalisme dan karier, menjadikan hasil sertifikasi sebagai dasar pembinaan SDM.
4. Transparansi hasil asesmen, dengan sistem paperless dan dokumentasi digital.
5. Dukungan terhadap Polri Presisi, mewujudkan aparat berkompeten, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Komitmen BNSP untuk Sertifikasi yang Berkualitas
Menutup kegiatan, Kang Ade menyampaikan bahwa BNSP akan terus mendampingi dan membina seluruh LSP di Indonesia agar mutu sertifikasi semakin baik dan berdampak nyata.
“Mutu sertifikasi tidak boleh berhenti pada administrasi. Ia harus tercermin dalam kinerja dan pelayanan publik yang profesional. Itulah semangat yang terus kami jaga di BNSP,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem sertifikasi di lingkungan Mabes Polri, sekaligus bukti nyata sinergi BNSP–Polri dalam membangun aparatur penegak hukum yang kompeten dan adaptif terhadap era digital. (M. Ali)

























