Suaradermayu.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama dan merawat harmoni sosial melalui pengukuhan kepengurusan baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) masa bhakti 2025–2030. Pengukuhan ini secara langsung dilakukan oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Pendopo Kabupaten Indramayu, Jumat (13/6/2025).
Dalam acara tersebut, Bupati Lucky Hakim menyerahkan Surat Keputusan Bupati tentang pengangkatan Dewan Penasihat dan Pengurus FKUB Kabupaten Indramayu kepada KH Amani Lutfi selaku Ketua FKUB terpilih. Momen ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah tak hanya hadir secara administratif, namun juga secara moral untuk menjaga toleransi dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
“FKUB memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai forum komunikasi, tetapi sebagai penjaga moralitas publik di tengah keberagaman. Pemerintah dan tokoh agama harus bersinergi dalam menjaga nilai-nilai moderasi beragama agar masyarakat tidak mudah terpengaruh paham-paham ekstrem dan memecah belah,” kata Lucky Hakim dalam sambutannya.
Ia menambahkan, kehadiran FKUB diharapkan mampu menjadi tameng sosial terhadap potensi konflik horizontal yang berakar dari perbedaan keyakinan dan paham keagamaan. Menurutnya, ruang publik harus dijaga dari provokasi yang bisa memicu intoleransi dan disintegrasi bangsa.
“Agama adalah pedoman hidup (the way of life), bukan alat politik, apalagi alasan untuk membenci. Mari bersama-sama menjadikan FKUB sebagai pusat edukasi masyarakat dalam hal keberagaman yang damai,” ujarnya.
Bupati juga mendorong seluruh pengurus FKUB untuk menjalankan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti dialog lintas iman, sosialisasi moderasi beragama di sekolah-sekolah, hingga pendampingan tokoh agama dalam menangani isu-isu keumatan.
Sementara itu, KH Amani Lutfi selaku Ketua FKUB terpilih menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menyebut, FKUB tidak hanya menjadi forum silaturahmi antar pemuka agama, tetapi juga bertanggung jawab sebagai penyambung aspirasi umat kepada pemerintah daerah.
“FKUB hadir bukan sekadar berdiskusi. Tugas utama kami adalah menjaga rasa aman dan rukun antar umat, serta memastikan semua warga, dari agama mana pun, merasa dilindungi dan dihargai,” kata KH Amani.
Ia berjanji FKUB akan lebih aktif dalam mendeteksi dan menyikapi potensi masalah keumatan, baik internal agama maupun antaragama. Sinergi dengan pemda, lanjutnya, menjadi kunci dalam menciptakan Indramayu yang damai dan inklusif.
“Indramayu punya potensi besar sebagai contoh kerukunan antarumat beragama di Jawa Barat, bahkan nasional. Kami siap menjadi jembatan komunikasi yang sehat antara masyarakat, pemuka agama, dan pemerintah,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Indramayu, Anggoro Purnomo, Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Indramayu, Aan Fathul Anwar, serta Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Indramayu, Ahmad Syadali.
Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan. Para tamu undangan juga menyambut baik komitmen Bupati Lucky Hakim dalam menjaga ruang-ruang publik tetap damai dan terbuka bagi seluruh warga.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan FKUB Indramayu periode 2025–2030 dapat memberikan warna baru dalam pembangunan sosial keagamaan di daerah. Tidak hanya sebagai pengawas, namun juga sebagai pelopor dialog, perdamaian, dan penjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.


























