Home / Edukasi / Indramayu

Selasa, 4 Maret 2025 - 13:18 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Anak Mandek, Ibu di Indramayu Kecewa dengan Polres Indramayu

Kantor Polres Indramayu

Kantor Polres Indramayu

Suaradermayu.com – Seorang ibu berinisial NM (44), warga Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polres Indramayu atas lambannya penanganan kasus dugaan pelecehan terhadap anaknya yang masih di bawah umur. Hampir setahun sejak laporan dibuat, kasus ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

NM melaporkan bahwa seseorang telah mengambil gambar anaknya dalam kondisi tidak pantas tanpa izin. Kasus ini awalnya ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Indramayu, tetapi pada November 2024, penyidik menghentikan penyelidikan dengan alasan tidak memenuhi unsur pidana.

“Saya sudah melaporkan sejak hampir setahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan. Saya hanya ingin keadilan untuk anak saya,” ujar NM kepada media pada Sabtu (1/3/2025).

Baca juga  Jaksa Febrie Adriansyah Mundur: Jabatan Kehormatan Lepas, Tapi Jejak 75 Kg Emas dan Rp 282 Miliar Tak Bisa Hilang

Menurutnya, bukti sudah jelas karena anaknya difoto dalam keadaan tidur dengan bagian tubuh yang terbuka. Namun, penyidik menyatakan bahwa bukti tersebut tidak cukup kuat untuk menjerat pelaku.

Ketua LBH Ghazanfar, Pahmi Alamsah, menilai bahwa keputusan penyidik hanya menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) kurang tepat.

“Penyidik menerapkan Pasal 14 UU TPKS, tetapi menyimpulkan bahwa kasus ini tidak memenuhi unsur pidana karena gambar yang diambil bukan bagian seksual seperti alat vital,” jelas Pahmi.

Baca juga  KDM Sebut Khotibul Umam dan BJB Ketipu Ririn, LBH Ghazanfar: Tanpa Mereka Dapen Aman Yani Tak Akan Bobol

Ia menegaskan bahwa penyidik seharusnya juga menerapkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Seharusnya Pasal 27 ayat (1) jo. Pasal 45 ayat (1) UU ITE digunakan. Pasal ini menyatakan bahwa setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang melanggar kesusilaan bisa dipidana hingga enam tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya berencana melaporkan penyidik ke Propam terkait dugaan kelalaian dalam menangani kasus ini.

Baca juga  Isu Politik Terkini : Ady Setiawan Masuk Bakal Cawabup Nina Agustina

Hingga berita ini diturunkan, Polres Indramayu belum memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan kasus ini. NM berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporannya agar kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

Kasus pelecehan seksual berbasis elektronik dan eksploitasi anak semakin marak di era digital. Pakar hukum menegaskan bahwa tindakan mengambil dan menyebarluaskan gambar tanpa izin, terutama yang melibatkan anak di bawah umur, dapat dikenai sanksi berat sesuai UU ITE dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan tindakan serupa kepada pihak berwenang guna mencegah potensi eksploitasi terhadap anak-anak.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bupati Indramayu Lucky Hakim Ajak Bank BJB Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Ririn Rifanto (kiri) Priyo Bagus Setiawan dan Advokat Rusalandi (kanan)

Indramayu

Ririn Ngaku Ruslandi Dampingi Cuma Sesi Foto di Polres! LBH Ghazanfar: Jika Benar! Pidana & Cabut Izin Praktik

Indramayu

Kecerdikan Toni RM Guncang Sidang: Rekaman Buram Disebut Jenazah, Polisi Akui Hanya Berasumsi!

Edukasi

Jual Ganja, Kakek di Indramayu Diciduk Polisi

Indramayu

Polres Indramayu Tangkap Penipu Janjikan Masuk Bintara Polri Bayar Rp 300 juta

Indramayu

Bukti Ilegal Dicuci dan Tercemar, LBH Ghazanfar Desak Jamwas serta Komjak Seret Oknum Jaksa Kejari Indramayu untuk Diperiksa

Edukasi

Nyambi Jualan Sabu, Karyawan Swasta di Indramayu Diringkus Polisi

Indramayu

Kapolres Indramayu Tegaskan Tidak Ada Perlindungan untuk Bripda Alvian