Suaradermayu.com – Banjir rob yang melanda wilayah pesisir Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, semakin parah. Pada Sabtu (14/12/2024), ketinggian air mencapai lebih dari 1 meter, merendam ribuan rumah warga dan fasilitas umum.
Kondisi terparah terjadi di Desa Eretan Wetan, di mana ketinggian air mencapai 1,2 meter. Di Desa Eretan Kulon, banjir mencapai 1 meter, sementara Desa Kertawinangun juga terdampak dengan intensitas yang cukup parah.
“Desa Kertawinangun juga ikut terdampak. Hari ini kondisi rob lebih parah,” ujar Waminudin, Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu.
Menurut Waminudin, banjir mulai naik sejak dini hari selepas subuh, dengan puncaknya sekitar pukul 08.00 WIB. “Terakhir saya monitor pukul 10.00 WIB, mulai ada penurunan,” tambahnya.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menggenangi fasilitas umum, termasuk sekolah dan sarana lainnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah pesisir Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh bulan purnama dan posisi bulan yang berada di titik terdekat dengan bumi (perigee) pada 12 Desember 2024.
BMKG memprediksi banjir rob berpotensi terjadi selama periode 12 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025, termasuk pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut data water level dan prediksi pasang surut, wilayah pesisir Indonesia, termasuk Indramayu, berisiko tinggi mengalami peningkatan ketinggian air laut selama periode tersebut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi jika kondisi memburuk.

























