Home / Indramayu / Kriminalitas

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 01:48 WIB

Dugaan Korupsi Rp 13,3 Miliar Program Mangrove Indramayu, Kejaksaan Gandeng BPK

Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Kantor Kejaksaan Negeri Indramayu

Suaradermayu.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu tengah melakukan penyidikan intensif terhadap dugaan korupsi dalam program padat karya penanaman mangrove tahun anggaran 2020 yang menelan dana sebesar Rp 13,3 miliar. Penyidikan ini menjadi sorotan publik karena menyangkut kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Penanaman Mangrove di 500 Hektare Diduga Sarat Kejanggalan

Menurut Kepala Seksi Intelijen Kejari Indramayu, Gunawan, SH, proyek ini dirancang untuk penanaman mangrove di atas lahan seluas 500 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan pesisir. Kegiatan dilaksanakan oleh 9 kelompok petani mangrove.

Baca juga  Aroma Korupsi di PDAM Indramayu? Kejari Periksa Puluhan Saksi Terkait Dana Gelap Rp2 Miliar

“Pelaksana kegiatan sekitar 9 kelompok petani mangrove dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 13,3 miliar,” jelas Gunawan kepada Suaradermayu.com, Jumat (14/10/2022).

Namun, dalam pelaksanaannya, muncul dugaan adanya kegiatan fiktif, salah satunya adalah pengadaan bibit mangrove yang seharusnya disalurkan dan ditanam.

“Ada beberapa kegiatan yang diduga fiktif, salah satunya pengadaan bibit mangrove,” tambahnya.

Kejari Gandeng BPK Hitung Potensi Kerugian Negara

Sebagai bagian dari proses penyidikan, Kejaksaan Negeri Indramayu telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigatif dan menghitung kerugian keuangan negara dalam proyek tersebut.

Baca juga  Kasus Korupsi BPR Karya Remaja Indramayu Diduga Mandek di Kejati Jabar, ANKRI Geruduk Kejagung: “Jangan Ada yang Dilindungi!”

“Kami sudah koordinasi dengan BPK untuk melakukan audit kerugian negara. Setelah hasilnya keluar, kami akan melangkah ke tahap berikutnya,” ungkap Gunawan.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Kejari tidak main-main dalam menangani perkara yang menyangkut anggaran publik dan kelestarian lingkungan.

Sorotan Publik: Jangan Main-main dengan Program Lingkungan

Kasus dugaan korupsi mangrove Indramayu menjadi perhatian masyarakat karena program tersebut semestinya menjadi solusi pemulihan ekonomi pasca pandemi serta langkah strategis dalam perlindungan ekosistem pantai.

Baca juga  Kejaksaan Negeri Indramayu Bongkar Dugaan Korupsi Dana Hibah KNPI, Ratusan Juta Diduga Raib

Banyak pihak mendesak agar penyidikan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, serta menuntut adanya efek jera bagi oknum yang terbukti menyalahgunakan dana.

“Kami serius menangani ini. Begitu hasil audit kerugian negara selesai, kami lanjutkan ke penetapan pihak-pihak yang bertanggung jawab,” pungkas Gunawan.

Harapan Masyarakat: Usut Tuntas dan Transparan

Sejumlah tokoh masyarakat Indramayu menyampaikan harapan agar kejaksaan bekerja profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Mengingat nilai proyek yang cukup besar dan menyangkut kepercayaan publik terhadap program pemerintah, proses hukum harus berjalan cepat dan tepat sasaran.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

DPRD Indramayu dari PKB ‘Sowan’ ke NU Usai Lebaran, Dapat Wejangan Menyentuh dari KH Mustofa

Indramayu

PWI Jabar Dibekukan, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun: Keputusan Sah dan Sesuai Aturan

Indramayu

Bupati Lucky Hakim : Optimalkan Operasi Ketupat Lodaya 2025 untuk Kelancaran Mudik di Indramayu

Indramayu

Indramayu Produksi Ikan Terbesar di Jawa Barat 2024

Ekonomi

Heboh! Bupati Lucky Hakim Desak Komisi XII DPR RI Tuntaskan Masalah Migas di Indramayu

Indramayu

Pemenang Pilkada Indramayu, IWO Indramayu Ucapkan Selamat kepada Paslon Lucky Hakim-Syaefudin

Indramayu

Teror Pengrusakan di Karangampel Lor, Calwu Slamet Caryo Bawa Kasus ke Polres Indramayu

Indramayu

Nama Wakil Bupati Indramayu Dicatut untuk Penipuan, Syaefudin Imbau Warga Waspada