Disclaimer :Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan.
Suaradermayu.com – DY (33), warga Desa Bulak, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, mengakhiri hidupnya dengan membakar diri dihadapan anaknya sendiri.
Korban mengalami depresi sejak 3 tahun lalu, pasca korban melahirkan dan ditinggalkan oleh mantan suaminya.
Kejadian bermula ketika korban berada di rumah menyalakan korek api diatas kasur kapuk yang diatasnya ada 2 bantal guling dan 3 bantal. Pada saat kejadian anak korban berada di tempat berusaha merebut korek ap dari tangan korban.
“Kondisi api sedang menyala membakar kasur anak korban berusaha berebut korek api dengan korban. Korban menendang anak korban hingga terpental ke ruangan keluarga dan menangis sehingga sampai terdengar oleh neneknya,” kata Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muhamad Hafid Firmansyah, Minggu (9/4/2023).
Sementara neneknya mendengar tangisan anak korban dan melihat kobaran api dengan spontan mematikan kilometer listrik. Sang nenek berteriak kebakaran sehingga par tetangga berdatangan membantu memadamkan api.
“Setelah asap dan api padam korban ditemukan dalam kondisi terlentang dan meninggal dunia. Kondisi korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh,” kata Hafid.
Petugas yang datang ke lokasi melakukan olah TKP mengidentifikasi korban, hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Pihak keluarga tidak menghendaki janazah korban dilakukan autopsi, memohon untuk dilakukan upaya pemakaman terhadap korban, ” ujarnya.
























