Home / Indramayu / Kriminalitas

Sabtu, 29 Maret 2025 - 01:35 WIB

Dugaan Pungli PTSL di Drunten Wetan, Warga Laporkan Oknum Panitia ke Satgas Saber Pungli

Warga Desa Drunten Wetan Kabupaten Indramayu melaporkan panitia PTSL ke Satgas Anti Pungli Indramayu

Warga Desa Drunten Wetan Kabupaten Indramayu melaporkan panitia PTSL ke Satgas Anti Pungli Indramayu

Suaradermayu.com – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Drunten Wetan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memicu aksi protes dari warga. Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Drunten Wetan Tertindas (GATET) resmi melaporkan oknum panitia PTSL ke Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Indramayu.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 25/SKB/V/2017, Nomor 590-3167A Tahun 2017, dan Nomor 34 Tahun 2017, biaya resmi pendaftaran tanah untuk wilayah Jawa dan Bali ditetapkan sebesar Rp150 ribu per bidang. Namun, dalam pelaksanaan PTSL di Desa Drunten Wetan, warga mengaku dikenakan biaya bervariasi hingga mencapai Rp4,8 juta per bidang, jauh di atas ketentuan yang berlaku.

Baca juga  Pakta Integritas Rp233 Miliar Hanya Dagelan Komedi, LBH Ghazanfar: Pemkab dan DPRD Indramayu Sama-Sama Tidak Becus!

Warkim, salah satu koordinator GATET, mengungkapkan bahwa laporan ini dilayangkan sebagai bentuk protes masyarakat terhadap dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum panitia, yang dalam susunan kepanitiaannya juga tercantum nama Kuwu dan pamong desa.

“Dilaporkannya oknum panitia PTSL ke Satgas Saber Pungli Indramayu merupakan bentuk kekecewaan warga yang merasa dirugikan akibat pungutan yang melebihi ketentuan. Kami berharap pihak berwajib segera menindaklanjuti laporan ini dan bertindak tegas terhadap semua yang terlibat,” ujar Warkim, Rabu (26/3/2025).

Baca juga  Mengenal Kode P18, P19, dan P21 dalam Proses Hukum di Indonesia

Senada dengan Warkim, Karwinah, salah seorang warga yang mengikuti program PTSL atas nama anaknya, mengaku dimintai uang sekitar Rp2 juta oleh Lurah Desa Drunten Wetan pada tahun 2023.

“Awalnya saya diberitahu oleh Lurah bahwa jika ingin sertifikat cepat jadi, harus membayar Rp1,5 juta. Ditambah Rp100 ribu untuk RT, sehingga totalnya sekitar Rp2 jutaan,” tutur Karwinah.

Baca juga  Eks Calon Bupati Indramayu Dilaporkan ke Polisi, Diduga Sebar Berita Bohong

Ketua Posko Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Kabupaten Indramayu, AKP Nandang, membenarkan adanya aduan dari masyarakat Desa Drunten Wetan terkait dugaan pungli PTSL.

“Iya, ada aduan masuk. Meskipun banyak anggota yang diperbantukan untuk pengamanan jalur mudik Lebaran, kami usahakan ada progres secepatnya,” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.

Kasus dugaan pungli ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat program PTSL sejatinya bertujuan untuk membantu warga dalam mendapatkan legalitas tanah dengan biaya yang terjangkau. Warga berharap Satgas Saber Pungli dapat segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

 

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Oknum Dishub Indramayu Diduga ‘Palak’ Jukir Liar Rp30–80 Ribu per Hari!

Indramayu

KH Ibnu Ubaidillah Bilal Sambut Positif Perbup Pesantren: Perkuat Peran Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah

Indramayu

Rekaman Percakapan Muncul, Salman Tegaskan Kuwu Bahar Sah Bangun Pasar Desa

Indramayu

Pahlawan Devisa Negara dari Indramayu Memilukan, Keluarga Berharap kepada Pemerintah Bantu Perjuangkan Hak-haknya

Indramayu

Kepemimpinan Berlanjut: H. Syaefudin Dipilih Kembali Nahkodai Perbakin Indramayu 2025–2029

Indramayu

Indramayu Jadi Percontohan Sekolah Rakyat, Anak Prasejahtera Kini Punya Harapan Baru!

Indramayu

Gerakan Pangan Murah DKPP Indramayu Diserbu Warga, Bukti Nyata Pemerintah Hadir

Indramayu

HIPMI Run dan Muscab BPC HIPMI Indramayu 2025: Satukan Pengusaha Muda, UMKM, dan Masyarakat