Home / Terpopuler

Jumat, 27 Desember 2024 - 08:31 WIB

Pemerintah Gagalkan Pengiriman Delapan Calon Pekerja Migran Ilegal

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding berdialog dengan korban PMI Ilegal di Tangerang

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding berdialog dengan korban PMI Ilegal di Tangerang

Suaradermayu.com – Pemerintah berhasil menggagalkan pengiriman delapan calon pekerja migran ilegal yang rencananya akan diberangkatkan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Para korban ditemukan di sebuah apartemen di Bogor, Jawa Barat, sebelum diberangkatkan melalui Surabaya, Jawa Timur.

Setelah diamankan, kedelapan calon pekerja migran tersebut dipindahkan ke Shelter PMI di Tangerang, Banten, untuk mendapatkan perlindungan sementara. Shelter tiga lantai ini menyediakan fasilitas administrasi di lantai bawah, sedangkan lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal para korban hingga mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Baca juga  Banjir Rob di Indramayu Mulai Surut, BPBD Salurkan Bantuan untuk Warga

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Abdul Kadir Karding, menjelaskan bahwa para korban merupakan target penipuan oleh calo. Mereka dijanjikan uang sebesar Rp 9 juta, namun kenyataannya hanya menerima Rp 2 juta.

“Mereka diiming-imingi keberangkatan cepat dan gaji tinggi, tetapi prosedur keberangkatannya tidak resmi,” ujar Karding saat mengunjungi Shelter PMI pada Kamis (26/12/2024).

Menurut Karding, calon pekerja migran ini rentan menjadi korban eksploitasi. Mereka menghadapi risiko dokumen ditahan oleh majikan, gaji yang rendah, bahkan tidak mendapatkan perlindungan hukum.

Baca juga  Duka Sukasari, Kuwu Terpilih Meninggal Dunia Sebelum Dilantik, Camat Pastikan Ada PJ dan PAW

“Kalau dokumen ditahan majikan, mereka tidak punya perlindungan. Ini sangat berbahaya,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa para korban berpotensi tidak diberangkatkan ke Abu Dhabi sesuai janji, melainkan ke negara lain dengan kondisi kerja yang tidak jelas.

Karding memastikan bahwa pemerintah akan memulangkan para korban ke daerah asal mereka, seperti Lampung, Karawang, Purwakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan biaya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Ia juga berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku pengiriman ilegal ini.

Baca juga  Miris! Anak SD di Indramayu Dicabuli, Pelaku Kabur, Keluarga Minta Polisi Jangan Diam

“Pelaku akan diproses hukum dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar. Ini harus menjadi pelajaran,” tegasnya.

Karding menutup kunjungannya dengan memberikan arahan agar para korban mendapatkan pelatihan dan sertifikasi keahlian untuk memastikan mereka dapat bekerja ke luar negeri secara resmi di masa mendatang.

“Berangkat harus ada izin dan melalui prosedur resmi supaya ada jaminan perlindungan,” pungkas Karding.

Pemerintah juga berjanji akan terus mengawasi proses hukum terhadap para pelaku dan memastikan keselamatan pekerja migran di masa depan.

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Viral! Surat Permintaan THR Berkop Kelurahan Karangmalang Indramayu Jadi Bulan-bulanan Warganet

Indramayu

LBH Ghazanfar Bongkar Persekongkolan: HP Terdakwa Dimanipulasi, Laporan Digital Forensik Disembunyikan di Sidang Paoman

Terpopuler

Presiden Prabowo Instruksikan Pengecer Gas Elpiji 3 Kg Kembali Berjualan, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Indramayu

Viral! Bupati Lucky Hakim Terjun Langsung Gotong Royong Bersihkan Sampah di Krangkeng, Warga Beri Apresiasi Luar Biasa

Daerah

Polda Jabar Telusuri Konten Resbob yang Dinilai Menyinggung Warga Sunda dan Viking Persib

Indramayu

LBH Ghazanfar Bongkar Konspirasi Jaksa & INAFIS Polres Rekayasa Hasil Sidik Jari Puslabfor Polri/INAFIS Polda

Sorotan

BP3MI Jabar Janji Selesaikan Kasus PMI Depresi, Kuasa Hukum Nurlaela Pertanyakan Realisasinya

Indramayu

Tuntutan Mati Jaksa Nyasar, LBH Ghazanfar Sebut Bukti CCTV & HP di Sidang Paoman Hanya “Sampah Liar”