Suaradermayu.com – Dugaan kasus pencabulan terhadap seorang siswa kelas V SD di Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggemparkan warga dan memicu keprihatinan luas. Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan luka mendalam bagi korban, namun juga memicu kemarahan dari keluarga dan warga setempat.
Pihak keluarga korban mendesak aparat kepolisian untuk bertindak tegas dan segera menangkap pelaku yang telah dilaporkan ke Polres Indramayu pada 14 April 2025, dengan nomor laporan STTLP/B/328/IV/2025/SPKT/POLRES INDRAMAYU/POLDA JAWA BARAT.
YP (33), ayah kandung korban, mengungkapkan bahwa anaknya yang sebelumnya dikenal ceria dan aktif kini berubah drastis. Sejak kejadian memilukan itu, anaknya lebih sering mengurung diri di kamar dan menolak berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Anak saya sekarang murung terus, tidak mau keluar rumah. Kami takut trauma ini berdampak jangka panjang. Saya hanya ingin pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, Jumat (18/4/2025).
Hartono, Kepala Seksi Pelayanan Desa setempat, menjelaskan bahwa pelaku tidak memiliki tempat tinggal tetap sejak bercerai. Ia sering berpindah-pindah, menumpang di rumah saudara atau teman. Ironisnya, aksi bejat itu dilakukan di rumah kontrakan milik temannya.
“Sebelum menghilang, pelaku sering terlihat menjadi tukang parkir di sekitar Bank Mandiri Haurgeulis. Tapi setelah kejadian, dia lenyap dan sampai sekarang belum ditemukan,” jelas Hartono.
Diketahui, pelaku juga pernah terlibat kasus kekerasan terhadap mantan suami istrinya dan sempat dilaporkan ke Polsek Haurgeulis.
Kapolsek Haurgeulis, AKP Maman Kusmanto, membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut. Ia menyatakan bahwa Polsek Haurgeulis telah meneruskan laporan ke Unit PPA Polres Indramayu.
“Upaya pencarian terus kami lakukan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk melapor jika mengetahui keberadaan pelaku,” kata Kapolsek melalui pesan WhatsApp.
Kasus ini menjadi peringatan serius akan pentingnya perlindungan terhadap anak di lingkungan masyarakat. Trauma psikologis yang dialami korban perlu penanganan serius dari tenaga profesional dan dukungan penuh dari berbagai pihak.
Pihak keluarga berharap kasus ini tidak berakhir tanpa kejelasan. Mereka mendambakan keadilan agar anak mereka dapat melanjutkan hidup dengan lebih tenang.

























