Home / Indramayu / Kriminalitas

Sabtu, 7 Desember 2024 - 21:15 WIB

Korban Tewas Miras Oplosan Bertambah di Indramayu, Jadi Tiga Orang

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Hillal Adi Imawan memberikan keterangan pers

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Hillal Adi Imawan memberikan keterangan pers

Suaradermayu.com – Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) oplosan di Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, bertambah menjadi tiga orang. Setelah Indra Gunawan (38) meninggal dunia pada Kamis (5/12/2024) sore, dua korban lainnya, Ramdan dan Bobi, menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu pada Jumat (6/12/2024) malam.

Ketiga korban dilaporkan meninggal akibat overdosis miras oplosan yang dikonsumsi dalam pesta yang berlangsung dari Rabu hingga Kamis siang. Perangkat Desa Kebulen, Mansyur, menjelaskan bahwa salah satu korban meninggal di rumah, sementara dua lainnya meninggal di rumah sakit.

Baca juga  Tipu Warga 55 Juta Modus Mendapat Proyek, ASN di Indramayu Dilaporkan ke Polisi

Total ada enam korban dalam insiden ini, dengan lima berasal dari Desa Kebulen dan satu lainnya dari Desa Widasari. “Korban pertama meninggal di rumah. Dua lainnya meninggal di rumah sakit. Sementara itu, satu korban lagi masih dirawat di RS Subang,” ungkap Mansyur pada Sabtu (7/12/2024).

Baca juga  Pemkab Indramayu Bangun 31 Demplot Pertanian di Setiap Kecamatan

Kapolres Indramayu, AKBP Ari Setyawan Wibowo, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hillal Adi Imawan, menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan.

“Kami menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui bahan campuran dalam minuman tersebut. Sampel dari lambung korban dan barang bukti telah kami kirim ke laboratorium,” jelasnya.

Baca juga  SMSI dan Berbagai Organisasi Pers Bersatu Rayakan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Perjuangan Indramayu

Kasus ini menyoroti bahaya konsumsi miras oplosan, yang sering kali mengandung bahan beracun seperti metanol. Kandungan ini dapat menyebabkan keracunan akut hingga kematian.

Hillal menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya miras ilegal. “Kami mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran tentang risiko miras oplosan,” tambahnya.

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan terhadap peredaran miras ilegal untuk mencegah jatuhnya korban jiwa

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Indramayu Terapkan Lima Hari Sekolah untuk SMP Mulai 14 Juli 2025, Ini Aturan Lengkapnya

Indramayu

Polisi Bagi-bagi Ribuan Buku di Berbagai Sekolah di Indramayu

Kriminalitas

Masih Ingat Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Indramayu? Kini Masuk Meja Hijau

Indramayu

Korban Berjatuhan di Jalan Rusak Sindang Indramayu, Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Protes ke Pemerintah

Indramayu

Bikin Resah, Enam Remaja Diduga Gangster Diamankan Polisi di Indramayu

Indramayu

Ketua NU Indramayu Kunjungi Pahlawan Devisa yang Disangka Hilang dan Meninggal di Suriah

Indramayu

Survei PUSKAPTIS : Elektabilitas Lucky-Syaefudin Ungguli Pasangan Calon Lain

Indramayu

Kisah Pilu Rohimah, Cari Nafkah Buat Anak Malah Babak-Belur Disiksa Majikan