Suaraderamayu.com — Warga Sukadedel, Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dibuat geram oleh kondisi jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah. Jalur utama menuju pusat kota itu kini berubah menjadi “jebakan maut” yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca Juga : VIRAL! Jalan Rusak Ditanami Pisang di Sliyeg Indramayu, Warganet Sentil Pemerintah: Gaji Jalan, Aspal Hilang
Hingga Minggu (22/2/2026) dini hari, kerusakan parah tersebut masih dibiarkan tanpa penanganan nyata dari Pemerintah Kabupaten Indramayu. Padahal, warga menyebut kecelakaan akibat jalan rusak sudah berulang kali terjadi, bahkan menelan korban jiwa.
Seorang warga, Abdullah (46), menilai lambannya respons pemerintah menunjukkan rendahnya kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Sudah lama rusak, sering ada yang jatuh. Kami seperti dibiarkan menghadapi bahaya setiap hari,” ujarnya dengan nada kecewa.
Keluhan serupa disampaikan Eko (41). Ia menuturkan kondisi jalan semakin parah setiap musim hujan karena lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat pengendara.
Baca Juga : Korban Berjatuhan di Jalan Ir H Juanda Indramayu, Warga Tanami Pohon Palem, Pemkab Bisa Digugat
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Tiba-tiba roda masuk dan orang jatuh. Ini jelas membahayakan, tapi belum ada perbaikan,” katanya.
Merasa aspirasi mereka tak digubris, warga akhirnya mengambil langkah simbolis sekaligus bentuk protes: menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang. Aksi ini bukan sekadar penanda bahaya, tetapi juga sindiran keras atas lambannya penanganan infrastruktur oleh pemerintah daerah.
Tindakan warga tersebut viral dan menuai perhatian pengguna jalan. Banyak yang menilai aksi itu sebagai bentuk keputusasaan masyarakat yang merasa keselamatan mereka tidak menjadi prioritas.
Warga mendesak pemerintah daerah segera bertindak sebelum korban berikutnya jatuh. Mereka menegaskan, fungsi jalan sebagai akses vital menuju pusat kota seharusnya menjadi perhatian utama, bukan justru dibiarkan rusak berlarut-larut.
Baca Juga : Viral! Jalan Rusak Diperbaiki Warga Sukawera Secara Swadaya, Kuwu Justru Menyalahkan
Jika kondisi ini terus diabaikan, warga khawatir kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah akan semakin tergerus, seiring dengan bertambahnya risiko kecelakaan di jalur yang seharusnya aman dilalui. (Waryadi)

























