Suaradermayu.com – Bupati terpilih versi quick count Pilkada Indramayu 2024, Lucky Hakim, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman pesaingnya, H. Bambang Hermanto, pada Jumat (29/11/2024).
Pertemuan kedua tokoh yang sebelumnya bersaing dalam kontestasi politik ini berlangsung hangat dan penuh keakraban. Suasana santai dengan gelak tawa sesekali terdengar, mencerminkan semangat rekonsiliasi demi kemajuan Indramayu ke depan.
Dalam keterangannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk bersilaturahmi dan meminta maaf atas segala kesalahan selama proses Pilkada.
“Tujuannya bersilaturahmi dan meminta maaf atas segala salah dan khilaf saya. Kemudian, saya juga ingin mendengar secara personal, kira-kira seperti apa ya Indramayu ke depan? Saya perlu masukan dari beliau,” ujar Lucky Hakim.
Langkah ini mencerminkan komitmennya untuk merangkul semua pihak demi kepentingan masyarakat Indramayu
Sementara itu, H. Bambang Hermanto menyambut baik kunjungan Lucky Hakim dan mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai bagian dari rekonsiliasi politik.
“Saya juga merasa terhormat dan mengapresiasi kehadiran Mas Lucky. Kami beserta keluarga besar mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Pemilu sudah berakhir, dan sekarang saatnya kita membangun rekonsiliasi,” katanya.
Bambang menekankan bahwa perbedaan dalam Pilkada adalah hal yang wajar, dan kini saatnya untuk menyatukan visi demi pembangunan Indramayu yang lebih baik.
“Kemarin kita saling berargumen, semua pasti menganggap diri yang terbaik. Namun, sekarang pemilu sudah berakhir, sudah saatnya kita membangun chemistry di antara seluruh stakeholder agar pemahaman kita sama dalam membangun Indramayu ke depan,” tambahnya
Silaturahmi ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan harmoni politik di Indramayu pasca-Pilkada 2024. Dengan adanya rekonsiliasi antara para tokoh politik, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan dengan lebih solid, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Langkah Lucky Hakim dan Bambang Hermanto ini juga menjadi teladan politik yang sehat, di mana persaingan dalam pemilu tidak berujung pada perpecahan, tetapi justru menjadi momentum untuk bekerja sama membangun daerah.


























