Home / Ekonomi / Indramayu / Terpopuler

Rabu, 29 April 2026 - 16:57 WIB

Alasan KOMPI Tolak Revitalisasi Tambak Pantura: Ancaman Pengangguran dan Kemiskinan di Indramayu

Audiensi antara perwakilan KOMPI dengan Bupati Indramayu di Pendopo Indramayu, Selasa (28/4/2026) malam.

Audiensi antara perwakilan KOMPI dengan Bupati Indramayu di Pendopo Indramayu, Selasa (28/4/2026) malam.

Suaradermayu.com – Penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura di Indramayu terus menguat. Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) menilai proyek tersebut berpotensi memicu masalah sosial serius, mulai dari meningkatnya pengangguran hingga munculnya kemiskinan baru di wilayah pesisir.

Pertemuan perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, di Pendopo Indramayu pada Selasa (28/4/2026) malam menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai keberatan tersebut.

Dalam audiensi itu, KOMPI secara tegas menyatakan sikap menolak. Perwakilan mereka, H. Juhadi Muhammad, menyebut mayoritas masyarakat pesisir selama ini menggantungkan hidup dari lahan tambak yang telah dikelola secara turun-temurun.

Baca juga  Fakta Mengejutkan! Polisi Terseret Dugaan Fee Rp16 Miliar Proyek Bekasi

“Kalau lahan produktif yang selama ini jadi tumpuan hidup diambil alih, risikonya jelas—akan muncul pengangguran baru dan tekanan ekonomi di masyarakat pesisir,” ujarnya.

Selain ancaman ekonomi, KOMPI juga menyoroti potensi kerusakan lingkungan. Kondisi banjir rob di wilayah pesisir Indramayu yang sudah semakin parah dinilai bisa semakin memburuk apabila proyek tetap dijalankan tanpa kajian yang matang dan menyeluruh.

“Ini bukan hanya soal kehilangan penghasilan, tapi juga soal keberlangsungan hidup masyarakat dan kondisi lingkungan pesisir ke depan,” tegasnya.

Baca juga  Aksi Ratusan Wartawan Indramayu Tolak RUU Penyiaran dan Tuntut Kuwu Sukagumiwang Dipenjarakan

Menanggapi hal tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim menjelaskan bahwa proyek Revitalisasi Tambak Pantura merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan produktivitas tambak serta membuka peluang ekonomi baru.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menolak atau menghentikan proyek tersebut. Meski begitu, Pemkab Indramayu siap memfasilitasi aspirasi masyarakat agar dapat disampaikan langsung ke pemerintah pusat.

“Kami akan menjembatani aspirasi masyarakat agar bisa sampai ke kementerian terkait maupun DPR RI. Pemerintah daerah siap mendampingi,” ujar Lucky.

Ia juga mengakui masih adanya keterbatasan data terkait kondisi riil di lapangan, khususnya mengenai lahan tambak yang masih produktif. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk melakukan verifikasi bersama agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang akurat.

Baca juga  Modus Dugaan Korupsi PKBM Disdik Indramayu: Rekayasa Data Siswa SD–SMP untuk Cairkan Dana

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Indramayu serta TNI-Polri. Di akhir audiensi, KOMPI kembali menegaskan agar pemerintah daerah tidak sekadar menjadi fasilitator, tetapi juga menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat pesisir yang terdampak langsung.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Indramayu berencana menyurati pemerintah pusat dan memfasilitasi pertemuan antara KOMPI dengan DPR RI maupun kementerian terkait.

“Harus ada solusi yang tidak mengorbankan masyarakat pesisir, tapi tetap mempertimbangkan arah pembangunan ke depan,” pungkas Lucky Hakim. (Mashadi)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Kader dan Simpatisan Partai Demokrat Indramayu Antusias Dengarkan Pidato Politik Ketua Umum AHY

Terpopuler

PDAM Indramayu Setor PAD Rp 200 Juta Per Bulan dari Sektor Retribusi Kebersihan Pelanggan

Indramayu

Nasib Priyo! Hadir atau Tidak Ahli dan BAP Forensik di Sidang Paoman, LBH Ghazanfar: Ruslandi Tetap Dorong ke Jurang Maut

Indramayu

KTP Palsu Berujung ATM BRI Aman Yani: Dudu Subarto Saksikan Khotibul Umam Langsung Tarik Uang

Ragam

KH Syairozi Bilal Pimpin MUI Indramayu, Dukungan Mengalir dari Kuwu dan Warga Singajaya

Indramayu

Usai Tenggak Miras Oplosan, Satu Orang Tewas, Dua Dirawat di Indramayu

Terpopuler

Pemerintahan Prabowo Lanjutkan Program Bantuan Beras 10 Kg

Indramayu

Heboh! Diduga Sejumlah Anggota DPRD Indramayu Plesiran ke Singapura Saat Kunker ke Batam