Home / Terpopuler / Indramayu / Sorotan

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:04 WIB

Viral Dulu Baru Pemkab Gerak, Jalan Ir H Juanda Ditambal Adukan Semen

Kolase : Jalan IR H Juanda yang rusak ditanami pohon palem oleh warga(kiri). Usai menuai sorotan publik, Pemkab akhirnya melakukan perbaikan darurat dengan metode tambal sulam semen dan batu (kanan).

Kolase : Jalan IR H Juanda yang rusak ditanami pohon palem oleh warga(kiri). Usai menuai sorotan publik, Pemkab akhirnya melakukan perbaikan darurat dengan metode tambal sulam semen dan batu (kanan).

Suaradermayu.com –  Setelah ramai diberitakan dan viral di media sosial, barulah Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak. Jalan Kabupaten Ir H Juanda yang sebelumnya rusak parah dan berulang kali memakan korban akhirnya ditangani. Namun, penanganan tersebut dinilai warga terlambat dan hanya bersifat tambal sulam.

Baca Juga : Korban Berjatuhan di Jalan Ir H Juanda Indramayu, Warga Tanami Pohon Palem, Pemkab Bisa Digugat

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah orang datang ke lokasi yang sebelumnya ditanami pohon palem oleh warga sebagai bentuk protes. Pohon palem tersebut dicabut, lalu lubang jalan ditambal menggunakan adukan semen dan pasir.

“Sekitar jam sembilan pagi ada beberapa orang turun. Palemnya dicabut, lalu lubangnya ditambal pakai semen dan pasir. Semua dilakukan setelah viral,” ujar seorang warga yang menyaksikan langsung proses tersebut dan memilih tidak disebutkan namanya, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga : Jalan Kabupaten IR H Juanda Penuh Jebakan Maut, Motor Jatuh dan Sudah Ada Korban!

Meski demikian, penanganan yang dilakukan tidak menyeluruh. Pemerintah hanya menambal satu titik, tepat di lokasi yang sebelumnya viral karena ditanami pohon palem.

Baca juga  Kuasa Hukum PMI Indramayu Depresi Tanpa Digaji Desak BP3MI Jabar Bertindak, Pengaduan Mandek Bertahun-tahun

Sementara itu, puluhan lubang lain di sepanjang Jalan Ir H Juanda masih dibiarkan menganga dan tetap membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Yang ditambal cuma satu titik. Yang lain masih banyak lubang. Jadi kelihatannya cuma biar kelihatan sudah kerja,” keluh warga.

Sebelumnya, kondisi Jalan Ir H Juanda dikenal sangat memprihatinkan. Puluhan lubang besar tersebar hampir di sepanjang ruas jalan. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara.

Akibatnya, kecelakaan lalu lintas terus berulang, terutama menimpa pengendara sepeda motor. Muyip, warga Desa Singajaya, mengaku melihat langsung sejumlah pengendara terjatuh akibat tidak menyadari adanya lubang di badan jalan.

“Hari itu saja, Jumat (6/2/2026), sudah tiga pengendara motor terjatuh. Jalannya rusak parah, apalagi kalau malam atau habis hujan,” ujarnya.

Baca juga  Distribusi Hasil Tani Terganggu, Bupati Lucky Minta Pusat Bantu Perbaiki Jalan Indramayu

Keluhan serupa disampaikan Sayak, warga setempat lainnya. Menurutnya, Jalan Ir H Juanda merupakan akses vital yang setiap hari digunakan warga untuk bekerja, anak-anak sekolah, hingga aktivitas ekonomi.

“Pagi hari jalan ini ramai. Dipakai orang kerja, anak sekolah, pedagang, semuanya lewat sini. Hampir tiap hari ada yang jatuh,” kata Sayak.

Frustrasi karena kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki, warga nekat menanam pohon palem di tengah jalan berlubang sebagai bentuk sindiran keras kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ghazanfar, Pahmi Alamsah, menilai penanganan Jalan Ir H Juanda yang baru dilakukan setelah viral menunjukkan adanya kelalaian pemerintah daerah dalam menjalankan kewajibannya sebagai penyelenggara jalan.

“Ini bukan sekadar jalan rusak. Ini soal pemerintah daerah yang membiarkan warganya celaka lalu baru bergerak setelah viral. Cara kerja seperti ini tidak bisa dibenarkan,” tegas Pahmi.

Baca juga  Ade Syaekudin: Pejabat Publik Pemkab Indramayu Harus Miliki Sertifikasi Kompetensi Teknis dan Manajerial Diakui Nasional

Menurutnya, penambalan yang hanya dilakukan di satu titik memperlihatkan bahwa pemerintah daerah tidak serius menyelesaikan persoalan, melainkan hanya meredam tekanan publik.

“Kalau cuma satu titik yang ditambal karena viral sementara puluhan lubang lain dibiarkan, itu bukan perbaikan. Itu kamuflase kinerja,” ujarnya tajam.

Baca Juga : Tiap Hari Pemotor Kecelakaan, Kerusakan Jalan Ir H Juanda Makin Parah

Pahmi menegaskan, kewajiban pemerintah daerah untuk menjaga kondisi jalan agar aman dan laik fungsi sudah diatur dalam undang-undang dan tidak bergantung pada viral atau tidaknya suatu persoalan.

“Undang-undang tidak mengenal istilah nunggu viral. Jika jalan rusak dibiarkan dan menyebabkan kecelakaan, itu perbuatan melawan hukum. Pemerintah daerah bisa dimintai pertanggungjawaban,” tandasnya.

Warga pun mendesak agar Pemkab Indramayu segera melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen, bukan sekadar tambal sulam di satu titik setelah sorotan publik menguat. Jika tidak, warga khawatir Jalan Ir H Juanda akan kembali rusak dan kembali memakan korban. (Nadzif)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Kejagung Tetapkan Dirut PT Pertamina Patra Niaga sebagai Tersangka Korupsi Minyak Rp 193,7 Triliun

Indramayu

Dishub Indramayu Hidupkan Car Free Day: Sehat Dapat, Ekonomi Jalan, Silaturahmi Erat

Terpopuler

Pemerintahan Prabowo Lanjutkan Program Bantuan Beras 10 Kg

Indramayu

Mayat Pria Ditemukan di Pos Ronda Indramayu, Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan

Terpopuler

Mau Cairkan JHT Rp 15 Juta Tanpa ke Kantor BPJS? Begini Caranya Lewat Aplikasi JMO!

Terpopuler

Nadiem Diperiksa Kejagung, Kasus Korupsi Chromebook Rp 9,9 Triliun Disorot

Terpopuler

Harumkan Institusi BNSP, Ade Syaekudin Kembali Terima Sertifikat Penghargaan dari Mabes Polri

Indramayu

Ada Apa di Sudimampir? Ratusan Warga Antre Beras, Bupati Lucky Hakim Turun Tangan