Suaradermayu.com – Sosok Salman belakangan menjadi perhatian publik seiring intensitas kemunculannya mendampingi Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam berbagai agenda resmi pemerintahan.
Meski tidak tercatat dalam struktur birokrasi formal, keberadaan Salman dinilai memiliki pengaruh signifikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Pantauan Suaradermayu.com, Salman kerap berada di lingkaran inti Bupati Lucky Hakim, baik dalam kegiatan internal pemerintahan maupun agenda yang melibatkan publik. Kondisi ini memunculkan persepsi di kalangan aparatur sipil negara (ASN) bahwa Salman memiliki peran strategis di balik layar pemerintahan daerah.
Baca Juga : Kontroversi Staf Khusus Bupati Indramayu: Pengangkatan Salman Dinilai Langgar Aturan
Seorang sumber internal ASN mengungkapkan kepada Suaradermayu.com, bahwa nama Salman dikenal luas dan disegani di lingkungan birokrasi pemerintahan.
“Kalau dia berbicara atau menyampaikan perintah kepada siapa pun, biasanya harus dituruti. Salman sering menyebut, ‘Ini perintah bupati’. Kalau sudah membawa nama bupati, kami jadi takut,” ujar sumber tersebut kepada Suaradermayu.com, seraya meminta identitasnya dirahasiakan, Minggu, (21/12/2025.
Menurut sumber itu, penyebutan nama kepala daerah dalam setiap instruksi menciptakan tekanan psikologis bagi ASN di level pelaksana. Situasi tersebut membuat sebagian aparatur merasa tidak memiliki ruang untuk menolak atau mempertanyakan perintah yang disampaikan.
Temuan Suaradermayu.com lainnya juga menunjukkan adanya rekaman video yang memperlihatkan Salman tengah berbicara dengan seseorang yang diketahui merupakan ASN.
Rekaman tersebut memperkuat persepsi publik mengenai pengaruh Salman, meski secara administratif tidak tercantum dalam struktur birokrasi pemerintahan.
Sumber Suaradermayu.com lain dari internal kalangan ASN yangempunyai posisi strategis di instansi pemerintahan menyebut, pengaruh Salman tidak selalu ditunjukkan melalui kehadiran langsung.
“Peran dia itu sangat besar. Kalau dia.perlu sesuatu hal, dia tidak harus datang ke orang yang dituju, cukup telepon saja, perintahnya biasanya langsung dijalankan,” kata sumber tersebut, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga : PKSPD Bongkar Pengangkatan Salman: Bupati Lucky Hakim Dinilai Langgar Aturan dan Abaikan Regulasi!
Nama Salman, lanjut sumber itu, kerap menjadi rujukan dalam berbagai pengambilan keputusan teknis di internal birokrasi. Kondisi tersebut disebutnya sudah menjadi rahasia umum di kalangan ASN.
Sementara itu Bupati Indramayu Lucky Hakim yang setiap harinya melakukan siaran langsung sambil mengerjakan tugasnya ia memberikan penjelasan secara terbuka terkait posisi Salman, Sabtu (9/1/2026) dini hari.
Dalam pernyataannya, Lucky Hakim menegaskan bahwa Salman merupakan staf khusus yang membantunya menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
“Ada yang bertanya, Salman itu siapa? Salman itu staf khusus saya,” ujar Lucky Hakim.
Lucky menjelaskan bahwa penunjukan Salman dilatarbelakangi hubungan profesional yang telah terjalin lama sejak dirinya menjabat sebagai anggota DPR RI.
“Dia membantu tugas saya, khususnya dalam hal administrasi,” jelasnya.
Lucky juga memaparkan latar belakang akademik Salman yang saat ini menyandang gelar Doktor dengan riwayat pendidikan yang panjang.
“Saat ini dia gelar akademiknya Doktor. Dia menempuh pendidikan strata satu dan memperoleh tiga gelar akademik, yaitu Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Administrasi Publik (S.A.P.), dan Sarjana Sains (S.Si.). Untuk strata dua, dia meraih dua gelar, yakni Magister Administrasi Publik (M.A.P.) dan Magister Sains,” tutur Luck
Lucky menyebut Salman sedang menempuh proses akademik lanjutan untuk meraih gelar profesor.
Tak hanya itu, Lucky menegaskan bahwa selama ini Salman membantu dirinya tanpa menerima gaji yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Beliau itu memberikan sumbangsih kepada saya. Karena kami sudah seperti saudara, jadi beliau membantu saya,” pungkas Lucky Hakim
Hingga berita ini diturunkan, Suaradermayu.com masih berupaya menghubungi Salman untuk meminta klarifikasi langsung atas berbagai persepsi publik yang berkembang. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp telah dilakukan, namun belum mendapat tanggapan. (Tim Redaksi)

























