Suaradermayu.com – Warga Desa Sukawera, Blok Tengah RT 04 RW 01, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, kembali menunjukkan kekompakan luar biasa. Mereka ramai-ramai turun tangan memperbaiki jalan rusak yang setiap musim hujan berubah menjadi kolam, menyulitkan aktivitas masyarakat.
Risnawati (33), warga setempat yang menjadi koordinator pengumpulan urunan, menyebut bahwa jalan rusak ini sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Ia mengaku sering menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa, namun tidak pernah ditindaklanjuti.
“Lebih 5 tahunan jalan ini rusak, berlubang makin bertambah lubangnya. Sekarang Pak Kuwu datang ke lokasi malah terkesan menyalahkan warga yang sedang memperbaiki jalan,” ujarnya kepada Suaradermayu.com, Senin (17/11/2025).
Melihat kondisi yang tak kunjung ditangani, Risnawati menggerakkan warga untuk melakukan swadaya. Ia mengkoordinir pengumpulan dana dari warga setempat hingga warga Sukawera yang bekerja di luar negeri. Seluruh biaya, tegasnya, berasal murni dari masyarakat.
“Dana ini murni dari warga, baik yang tinggal di sini maupun yang bekerja di luar negeri. Tidak ada dari pemerintah,” kata dia.
Dengan dana tersebut, warga membeli dua truk batu koral serta satu truk pasir dan batu untuk menutup titik-titik jalan yang rusak.
“Alhamdulillah, walau hanya dengan dua truk batu koral dan satu truk pasir dan batu, sedikit banyak bisa membantu memperbaiki jalan,” tambahnya.
Warga pun bergotong royong meratakan batu dan menutup lubang-lubang jalan. Upaya ini memang belum permanen, namun setidaknya dapat mengurangi genangan air dan membuat jalan lebih aman dilalui.
Meski demikian, Risnawati menegaskan bahwa warga hanya melakukan yang mereka mampu demi lingkungan mereka sendiri.
“Kadang kami hanya ingin merasakan jalan yang layak dilalui. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” ujarnya dengan nada haru.
Subakti (46), warga yang ikut memperbaiki jalan, menambahkan bahwa ia sudah berkali-kali menyampaikan kondisi jalan kepada pemerintah desa melalui RT setempat, namun tidak pernah ada tindak lanjut.
“Sudah beberapa kali saya sampaikan lewat RT, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Karena itu kami terpaksa swadaya. Daripada terus rusak dan membahayakan, lebih baik kami perbaiki sebisanya,” tegasnya.
Sementara itu, H. Sumali (52), tokoh masyarakat setempat, berharap pemerintah dapat lebih peka terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak.
“Warga sudah berusaha semampunya. Harapan kami ke depan, pemerintah bisa turun tangan agar jalannya diperbaiki secara permanen. Jalan ini dipakai semua orang,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kuwu Desa Sukawera, Suwanto, belum bisa dikonfirmasi terkait aksi warga yang memperbaiki jalan secara swadaya.
Aksi swadaya ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas warga Sukawera. Mereka bergerak bukan karena memiliki banyak, tetapi karena ingin memperbaiki lingkungan dan memudahkan sesama. (Tim Redaksi)
























