Suaradermayu.com – Viral di media sosial, patung Proklamator Ir. Soekarno di Alun-alun Indramayu tampak ditutupi kain putih. Penampakan tersebut memicu tanda tanya publik karena dianggap janggal dan tidak lazim, terlebih karena patung itu merupakan salah satu ikon utama di ruang publik kota.
Patung Soekarno itu dibangun pada masa pemerintahan Bupati Indramayu sebelumnya, Nina Agustina, sebagai bagian dari revitalisasi Alun-alun yang saat itu diberi nama Alun-alun Puspawangi. Setelah kepemimpinan beralih kepada Bupati Lucky Hakim, nama tersebut dikembalikan menjadi Alun-alun Indramayu.
Viral di Medsos: Ono Surono dan Nanangk Mahasatra Ikut Bereaksi
Salah satu yang turut mempertanyakan penutup kain putih tersebut adalah Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, melalui rekaman video berdurasi 00.27 detik yang beredar di media sosial.
“Saya mendapat kiriman foto yang mana di alun-alun Indramayu ada tugu yang tengahnya ada patung Bung Karno dan Bung Hatta. Di foto terlihat patung Bung Karno diselimuti oleh kain putih, kenapa ya? Ada yang bisa menjelaskan?” ucap Ono.
Sementara itu, akun Facebook Nanangk Mahasatra juga membuat unggahan bernada kritik:
“Selain menutupi kegamangan dalam menjalankan visi misi Indramayu Reang, rezim politik juga menutupi patung Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.
Apa mau mengganti patung Bung Karno dengan patung Lucky..?”
Postingan tersebut sontak menyebar luas dan memantik berbagai spekulasi publik.
Bupati Lucky Hakim Beri Penjelasan
Menanggapi viralnya penutup kain putih itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa patung Soekarno ditutup karena ada bagian yang mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki.
“Karena ada kerusakan maka ditutup,” ujar Lucky Hakim melalui WhatsApp, Senin (17/11/2025).
Namun, Lucky Hakim menilai pemilihan kain putih sebagai penutup justru menimbulkan persepsi aneh di masyarakat. Karena itu, ia segera meminta dinas terkait untuk mencopotnya sementara.
“Saya sudah minta ke dinas terkait untuk dicopot dulu saja biar nggak jadi pertanyaan, karena bungkusannya terlihat aneh,” katanya.
Rencana Bedeng Terhalang Acara di Alun-alun
Lucky menjelaskan bahwa seharusnya area patung ditutup menggunakan bedeng agar proses perbaikan dapat dilakukan secara maksimal. Namun rencana itu belum bisa dilakukan karena saat itu Alun-alun Indramayu menjadi lokasi sebuah acara, dan pemasangan bedeng dikhawatirkan mengganggu arus pergerakan pejalan kaki.
“Harusnya ditutup arealnya pakai bedeng, tapi karena akan ada acara saat itu dan bedeng bisa mengganggu flow traffic pejalan kaki, maka saya minta dicopot saja dulu sampai nanti diperbaiki utuh,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu kini sedang menyiapkan langkah perbaikan penuh agar patung Soekarno dapat kembali tampil baik sebagaimana mestinya. (Pahmi)

























