Suaradermayu.com – Angin segar datang bagi perekonomian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sepanjang Januari hingga September 2025, realisasi investasi di daerah ini menembus angka Rp2,3 triliun, melonjak hingga 185 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp805,9 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Indramayu, Wahyu, menegaskan bahwa lonjakan ini menandakan kepercayaan investor semakin kuat terhadap iklim usaha di Kabupaten Indramayu.
“Realisasi investasi meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Ini membuktikan bahwa Indramayu kini menjadi magnet investasi yang menjanjikan,” ujar Wahyu, Kamis (6/11/2025).
Dari total nilai investasi tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp501,3 miliar, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1,79 triliun. Wahyu menambahkan, sektor yang paling diminati investor meliputi industri pengolahan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta sektor real estat.
Tidak hanya itu, investor juga melirik sektor lain seperti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, serta konstruksi. Wilayah yang menjadi favorit investasi antara lain Kecamatan Widasari, Juntinyuat, dan Losarang, yang menurut Wahyu berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indramayu.
Kenaikan investasi ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga September 2025, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 2.209 orang, meningkat sekitar 4 persen dibanding periode sama tahun 2024 yang berjumlah 2.130 orang.
Melihat tren positif ini, Pemkab Indramayu berkomitmen untuk terus mempermudah perizinan dan digitalisasi layanan investasi, agar iklim usaha semakin kondusif dan investor semakin tertarik menanamkan modal di daerah.
“Ke depan, kami akan menjaga momentum ini dengan memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan berinvestasi, sehingga Indramayu tetap menjadi tujuan utama bagi para investor,” tutup Wahyu. (Nadzif)


























