Home / Terpopuler / Indramayu / Kriminalitas

Jumat, 24 April 2026 - 00:14 WIB

Jaksa Tuntut Eks Polisi Alvian, Pembunuh dan Pembakar Pacar di Indramayu Seumur Hidup

Kolase : Almarhum Putri Apriyani dan Bripda Alvian Maulana Sinaga

Kolase : Almarhum Putri Apriyani dan Bripda Alvian Maulana Sinaga

Suaradermayu.com – Kasus pembunuhan brutal yang mengguncang Kabupaten Indramayu memasuki babak krusial. Alvian Maulana Sinaga (23), mantan anggota Polri yang menjadi terdakwa pembunuhan dan pembakaran terhadap kekasihnya, Putri Apriyani (24), dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Indramayu pada Selasa (21/4/2026). Jaksa menilai perbuatan terdakwa bukan sekadar pembunuhan, melainkan kejahatan yang dilakukan secara terencana, keji, dan mencederai rasa keadilan publik.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di sebuah kamar kos di Blok Ceblok, Desa Singajaya, Kecamatan Indramayu. Ironisnya, saat kejadian berlangsung, terdakwa masih aktif sebagai anggota Polres Indramayu dengan pangkat Bripda—posisi yang seharusnya melindungi masyarakat, namun justru disalahgunakan.

Baca juga  Rapat PTSL 2026 di Indramayu Ricuh, Warga Bongkar Dugaan Pungli Miliaran

Dalam kronologi perkara, terdakwa menghabisi nyawa korban, lalu membakar jenazah di dalam kamar kos untuk menghilangkan jejak. Tindakan tersebut tidak hanya merenggut nyawa korban, tetapi juga memicu kebakaran yang merugikan pemilik kos.

Usai melakukan aksi tersebut, terdakwa melarikan diri dan sempat menyulitkan proses penyidikan. Pelariannya berakhir setelah aparat kepolisian berhasil menangkapnya di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada 23 Agustus 2025.

Baca juga  Tangis Haru Warnai Keberangkatan! 445 Calon Haji Indramayu Resmi Dilepas Bupati Lucky Hakim Menuju Tanah Suci

Kuasa hukum keluarga korban, Toni RM, menyebut tuntutan penjara seumur hidup tersebut telah didasarkan pada sejumlah pertimbangan memberatkan. Di antaranya, pembunuhan dilakukan secara sengaja dan terencana, menimbulkan keresahan masyarakat, serta dilakukan saat terdakwa masih berstatus sebagai anggota Polri.

Selain itu, terdakwa juga dinilai berupaya menghilangkan barang bukti dengan membakar lokasi kejadian, serta menyebabkan kerugian materiil bagi pihak lain akibat kebakaran yang ditimbulkan.

Baca juga  Sidang Kasus Paoman Memanas, JPU Bongkar CCTV dan Palu Godam yang Diduga Dipakai Habisi Korban

“Tuntutan ini sudah mencerminkan rasa keadilan bagi keluarga korban. Kami mengapresiasi langkah JPU,” ujar Toni.

Meski demikian, pihak keluarga korban masih berharap majelis hakim menjatuhkan vonis maksimal. Bahkan, kemungkinan hukuman mati tetap terbuka karena perkara ini termasuk dalam kategori pembunuhan berencana.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena tidak hanya menyangkut kejahatan berat, tetapi juga melibatkan aparat penegak hukum. Masyarakat kini menunggu putusan hakim yang diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap hukum.(Nadzif)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Bupati Indramayu Terkesima! Batik Unik Ini Ternyata Dibuat di Rumah Warga, Kualitasnya Siap Tembus Pasar Dunia!

Indramayu

Toni RM: Masa Petinggi Polda dan Polres Kalah Strategi dengan Bripda Alvian?

Indramayu

Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ahli Digital Forensik, Bukti Baru dan Hasil DNA Darah – Rekaman CCTV Harus Dibuktikan Asli atau Palsu!

Terpopuler

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Barat, Ini yang Harus Anda Ketahui

Terpopuler

Kegiatan BSMSS TNI Berakhir, Ditandai Peresmian Jembatan Gantung di Terisi Indramayu

Indramayu

Lucky Hakim Sebut Tim Transisi Mendapat Penolakan dari Bupati Aktif

Indramayu

Bupati Indramayu Terapkan Manajemen Talenta ASN, Fokus pada Reformasi Birokrasi

Edukasi

Kasus Dugaan Pembunuhan Remaja di Anjatan Indramayu Bakal Dilimpahkan Polda Jabar, Pelaku Sudah Diamankan