Suaradermayu.com – Puncak peringatan Hari Jadi Indramayu ke-495 pada Jumat, 7 Oktober 2022, berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan menyaksikan Kirab Tunggul dan Pataka, sebuah prosesi budaya yang menjadi simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Indramayu.
Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB, ditandai dengan Bupati Indramayu Nina Agustina menaiki kereta kencana. Di belakangnya, sebanyak 160 becak mengiringi kirab, masing-masing membawa pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai instansi lainnya. Suasana penuh semangat budaya lokal begitu terasa, diwarnai antusiasme masyarakat yang memenuhi rute arak-arakan dari Pendopo Indramayu menuju Gedung DPRD Kabupaten Indramayu.
Namun, prosesi budaya tersebut menyisakan tanda tanya. Wakil Bupati Lucky Hakim tak terlihat hadir dalam arak-arakan. Ketidakhadiran orang nomor dua di Indramayu ini pun memunculkan berbagai spekulasi dari publik.
Lucky Hakim: “Saya Hanya Hadir Karena Undangan DPRD”
Saat dikonfirmasi oleh awak media di Gedung DPRD usai menghadiri rapat, Lucky Hakim memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa tidak mengetahui secara detail teknis kirab dan kehadirannya hanya berdasarkan undangan resmi dari DPRD.
“Saya nggak tahu tuh yang becak-becak. Intinya saya datang karena ada undangan dari DPRD,” ujarnya, Jumat (7/10/2022).
Lucky juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap tidak dilibatkan dalam agenda-agenda kedinasan Pemerintah Kabupaten Indramayu, termasuk dalam peringatan Hari Jadi.
“Saya tidak tahu secara teknis karena tidak dilibatkan. Tapi saya tetap apresiasi capaian-capaian pembangunan yang sudah disampaikan Bupati dan DPRD,” tambahnya.
Meskipun mengaku tidak banyak terlibat dalam teknis pemerintahan, Lucky tetap berharap visi pembangunan daerah bisa tercapai.
“Saya harap visi misi Indramayu yang adil, makmur, dan sejahtera bisa benar-benar terwujud,” tutupnya.
Makna Kirab Tunggul dan Pataka bagi Masyarakat Indramayu
Kirab Tunggul dan Pataka merupakan simbol historis dalam perayaan Hari Jadi Indramayu. Tunggul melambangkan kekuatan dan jati diri daerah, sementara Pataka menjadi lambang kedaulatan, perjuangan, dan semangat masyarakat Indramayu dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan sejarah leluhur.
Lebih dari sekadar seremoni, kirab ini menjadi wahana edukasi dan pelestarian budaya lokal, serta momentum membangun semangat gotong-royong, inovasi, dan keberlanjutan pembangunan di Bumi Wiralodra.
Momen Refleksi Hari Jadi Indramayu ke-495
Meski diwarnai dinamika internal pimpinan daerah, semangat perayaan Hari Jadi Indramayu ke-495 tetap membara. Antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya cinta terhadap tanah kelahiran, dan menjadi refleksi bersama akan pentingnya kolaborasi demi mewujudkan Indramayu yang lebih baik, adil, dan sejahtera.

























