Home / Indramayu / Politik

Senin, 21 April 2025 - 23:11 WIB

Bupati dan Wabup Indramayu Tolak Mobil Dinas Rp1,1 Miliar Demi Rakyat!

Pasangan calon nomor urut 02 Pilkada Indramayu 2024, Lucky Hakim dan Syaefudin saat jumpa pers, Sabtu (16/11/2024)

Pasangan calon nomor urut 02 Pilkada Indramayu 2024, Lucky Hakim dan Syaefudin saat jumpa pers, Sabtu (16/11/2024)

Suaradermayu.com – Keputusan mengejutkan datang dari Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin. Keduanya kompak menolak pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,1 miliar yang telah dirancang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun 2025.

Langkah ini langsung menuai respons positif dari masyarakat dan warganet. Banyak yang mengapresiasi keberanian keduanya dalam menolak fasilitas mewah demi kepentingan rakyat.

“Saya mencoret pengadaan mobil baru untuk bupati dan wakil bupati. Nilainya lebih dari satu miliar. Prioritaskan saja untuk pembangunan yang bisa dinikmati oleh masyarakat demi efisiensi dan tepat sasaran,” tegas Lucky Hakim saat diwawancarai pada Senin (21/4/2025).

Baca juga  Resmi Dibuka! Gramedia Hadir di Indramayu, Bupati Lucky Hakim: Ini Tonggak Baru Literasi Daerah

Lucky menjelaskan, keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan skala prioritas pembangunan yang lebih mendesak dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dirinya bersama Wakil Bupati Syaefudin sepakat bahwa alokasi dana sebesar itu sebaiknya digunakan untuk program yang lebih bermanfaat.

Baca juga  AMAKI Adukan Bupati Indramayu Lucky Hakim ke KPK, Desak Klarifikasi Relasi Proyek Sarjan

Berdasarkan informasi dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu, rencana pengadaan mobil dinas tersebut awalnya dilakukan dengan sistem sewa. Kendaraan yang direncanakan adalah Hyundai Palisade, salah satu SUV premium yang dikenal mewah dan berkelas.

Namun, keputusan Lucky dan Syaefudin mencoret anggaran tersebut menjadi simbol dari semangat efisiensi dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga  Toni RM: Masa Petinggi Polda dan Polres Kalah Strategi dengan Bripda Alvian?

“Ini adalah bentuk kesadaran kami bahwa jabatan adalah amanah. Ketika rakyat masih membutuhkan banyak hal mendasar, kami memilih untuk menahan diri,” imbuh Syaefudin dalam kesempatan terpisah.

Keputusan ini dinilai sebagai langkah inspiratif dan menjadi contoh nyata bahwa pejabat daerah bisa memberi teladan positif dalam pengelolaan keuangan negara.

Dengan menolak fasilitas pribadi senilai miliaran rupiah, Bupati dan Wakil Bupati Indramayu menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Sekdis Tenaga Kerja Indramayu, Nonon Citra Wulandari, Pimpin Upacara HUT ke-80 RI

Indramayu

Heboh! Diduga Sejumlah Anggota DPRD Indramayu Plesiran ke Singapura Saat Kunker ke Batam

Terpopuler

Motif Uang, Alvian Sinaga Habisi Putri Apriyani: Sidang Perdana Digelar di PN Indramayu

Indramayu

Satu Tahun Laporan Foto Tak Senonoh di Polres Indramayu Tak Äda Kepastian Hukum

Daerah

Dedi Mulyadi Siapkan Rp 10 Juta untuk Relokasi Warga Eretan, Tangani Banjir Rob Puluhan Tahun

Indramayu

Nasdem Apresiasi! Baru 100 Hari, Bupati Lucky Hakim Bikin Kejutan: Perizinan Ngebut, Investasi Melaju!

Indramayu

Jeruk Segeran Bangkit Lagi! Ikon Hortikultura Indramayu Siap Kembali Berjaya

Indramayu

Polres Indramayu Bongkar Jaringan Ganja 748 Gram, Dua Tersangka Ditangkap