Suaradermayu.com — Momen yang seharusnya penuh doa dan haru di sebuah desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mendadak berubah tegang. Prosesi pengantaran jenazah seorang perempuan ke pemakaman sempat terhenti setelah beberapa warga secara terbuka menyinggung persoalan utang almarhumah di hadapan keluarga dan pelayat.
Peristiwa yang terjadi Sabtu pagi (28/2/2026) di Dusun Ragung Timur, Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan itu terekam video dan cepat menyebar di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak sejumlah perempuan mendekati tokoh agama yang memimpin doa sebelum jenazah diberangkatkan ke makam.
Salah satu warga menyampaikan bahwa semasa hidup, almarhumah disebut memiliki tanggungan utang berupa emas dan uang tunai dengan nilai yang tidak kecil. Permintaan agar persoalan tersebut diperjelas sebelum pemakaman dilanjutkan membuat suasana mendadak hening dan penuh ketegangan.
Keluarga almarhumah terlihat terkejut, sementara sebagian pelayat mencoba menenangkan situasi agar prosesi tetap berjalan khidmat. Adu argumen singkat pun tak terhindarkan sebelum akhirnya komunikasi dilakukan secara tertutup.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan situasi berhasil dikendalikan.
Meski sempat tertunda, pemakaman akhirnya tetap dilaksanakan setelah ada kesepahaman antara pihak keluarga dan warga yang menyampaikan keberatan. Aparat mengimbau masyarakat agar persoalan utang-piutang diselesaikan melalui musyawarah atau jalur hukum yang berlaku, tanpa mengganggu ketertiban umum.
Video insiden ini menuai reaksi beragam dari warganet. Ada yang menyayangkan penagihan dilakukan di tengah suasana duka, namun tak sedikit pula yang menilai persoalan utang tetap perlu kejelasan meski situasinya sensitif.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa persoalan finansial yang belum selesai dapat memicu gesekan sosial, bahkan di momen terakhir perpisahan. (Yatno)
























