Suaradermayu.com — Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) telah diverifikasi untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa sebanyak 67.886 keluarga telah masuk dalam daftar penerima bantuan setelah melalui proses verifikasi berjenjang.
“Dari data yang kami terima melalui Kementerian Dalam Negeri, terdapat 67.886 keluarga penerima manfaat yang sudah diverifikasi,” ujar Gus Ipul, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, para penerima bantuan tersebut akan mendapatkan dua jenis bantuan sekaligus. Pertama, bantuan isian hunian sebesar Rp3 juta, dan kedua Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) sebesar Rp5 juta untuk setiap keluarga.
Dengan skema bantuan tersebut, pemerintah memperkirakan total anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp543 miliar.
Menurut Gus Ipul, proses penetapan penerima bantuan dilakukan melalui tahapan yang cukup panjang agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Data penerima awalnya dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selanjutnya, data tersebut ditetapkan oleh pemerintah daerah setingkat bupati atau wali kota menggunakan sistem by name by address (BNBA).
“Setelah itu, data tersebut ditandatangani oleh Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri sebelum diverifikasi oleh Menteri Dalam Negeri,” jelasnya.
Setelah seluruh tahapan selesai, data final tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang berhak.
Dalam proses distribusinya, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra penyaluran bantuan sosial kepada para penerima manfaat.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, mengatakan bantuan akan disalurkan melalui beberapa mekanisme agar memudahkan masyarakat.
Pertama, penerima dapat mengambil bantuan secara langsung di kantor pos. Kedua, penyaluran juga dapat dilakukan secara kolektif melalui fasilitas publik seperti kantor desa, kelurahan, hingga kecamatan.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan skema khusus bagi penerima bantuan yang tidak memungkinkan datang ke lokasi penyaluran.
“Untuk penerima yang sudah lanjut usia atau sedang sakit, bantuan akan kami antar langsung ke rumah masing-masing,” kata Haris.
Pemerintah berharap proses verifikasi berlapis tersebut dapat memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga program ini dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan sosial dan ekonomi warga. (Moh. Ali)



























