Suaradermayu.com — Suasana pasca Pemilihan Kuwu (Pilwu) di Desa Karangampel Lor berubah semakin panas. Hanya sehari setelah pengumuman hasil Pilwu, rumah salah satu calon kuwu, Slamet Caryo, diserang sekelompok pemuda yang diduga membawa senjata tajam, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Serangan mendadak itu membuat warga sekitar panik. Hentakan keras, suara kaca pecah, dan teriakan histeris terdengar jelas dari arah rumah Slamet, memicu warga berhamburan menyelamatkan diri.
Datang Mendadak, Hantam Kaca dengan Senjata Tajam
Saksi mata, Satori, yang saat kejadian sedang memperbaiki motor di samping rumah korban, menggambarkan aksi tersebut berlangsung cepat dan terorganisir.
“Tiba-tiba ada beberapa orang datang. Langsung mukul pintu kaca pakai senjata tajam. Enggak ada ngomong apa-apa, langsung hancurkan. Kejadian cepat sekali,” ujar Satori.
Dalam hitungan detik, kaca rumah Slamet berantakan. Beruntung, keluarga Slamet tidak berada di rumah, namun warga tetap diliputi kecemasan karena khawatir pelaku kembali dan melakukan aksi lanjutan.
Diduga Dipicu Kekalahan Pilwu
Insiden ini terjadi sehari setelah perhitungan suara Pilwu yang menempatkan Slamet Caryo sebagai calon yang kalah dengan selisih sekitar 1.148 suara dari pemenang, Sunedi. Sejak masa kampanye, tensi politik di desa memang memanas dan diduga menjadi pemicu kerawanan pasca-pemilihan.
Pihak keluarga menduga serangan dilakukan oleh kelompok pemuda yang disebut-sebut sebagai pendukung Sunedi. Nama seorang terduga, MFA, muncul dalam laporan awal warga. Namun dugaan itu masih harus diuji melalui penyelidikan resmi.
Warga mengingatkan agar publik tidak terbawa arus spekulasi sebelum polisi memberikan penjelasan berdasarkan fakta penyidikan.
Dilapor ke Polisi, Kasus Resmi Dilimpahkan ke Polres
Merasa dirugikan, keluarga Slamet Caryo melapor ke Polsek Karangampel. Polisi langsung bergerak memeriksa saksi, mengamankan lokasi, dan mengumpulkan informasi terkait ciri-ciri para pelaku.
Kapolsek Karangampel, Warmad, membenarkan laporan pengrusakan tersebut.
“Benar ada laporan pengrusakan. Demi menjaga kondusifitas, perkara ini kami limpahkan ke Polres Indramayu untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya. (Pahmi)
























