Home / Terpopuler / Sorotan

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:01 WIB

Program MBG Disorot, Ketua BEM UGM Sebut “Maling Berkedok Gizi”

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto

Suaradermayu.com — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, melontarkan kritik tajam dengan menyebut kebijakan unggulan pemerintah itu sebagai “maling berkedok gizi”.

Pernyataan tersebut memicu polemik nasional sekaligus membuka perdebatan tentang prioritas anggaran dan kebebasan berpendapat di tengah masyarakat.

Tiyo menilai program MBG belum menyentuh akar persoalan kemiskinan dan ketimpangan pendidikan. Ia menyoroti besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk program tersebut, sementara masih banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak.

“Apa arti program gizi jika anak-anak tetap putus sekolah karena tak mampu membeli buku?” ujar Tiyo.

Baca juga  Wabup Indramayu Syaefudin Hadiri Panen Raya Bersama Presiden Prabowo di Majalengka

Ia menegaskan bahwa persoalan akses pendidikan masih menjadi luka yang belum tertangani, terutama bagi keluarga miskin yang harus memilih antara kebutuhan makan atau biaya sekolah.

Program MBG merupakan salah satu kebijakan utama Presiden Prabowo Subianto yang diklaim bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting. Namun besarnya anggaran yang mencapai ratusan triliun rupiah memicu pertanyaan publik tentang skala prioritas negara.

“Jangan sampai negara terlihat hebat dengan program besar, tetapi rapuh di meja belajar anak-anak desa,” kritiknya.

Tiyo juga menyinggung keterlibatan aparat kepolisian dalam pembangunan fasilitas dapur MBG, mempertanyakan apakah peran tersebut lebih mendesak dibanding penanganan kejahatan yang masih marak.

Baca juga  Demo ke PBNU, PCNU Indramayu Tegaskan Tidak Terlibat dan Murni Ditumpangi Oknum

“Apakah di negeri ini sudah tidak ada begal dan rampok lagi, sampai polisi sibuk urus katering?” sindirnya.

Alih-alih dijawab dengan data dan transparansi, kritik tersebut disebut diikuti gelombang tekanan. Ancaman melalui pesan singkat, perundungan digital, hingga dugaan intimidasi terhadap keluarga Tiyo dilaporkan terjadi beberapa hari setelah ia menyurati UNICEF untuk meminta pengawasan anggaran pendidikan.

“Kritik itu hak warga negara. Jika kritik dibalas teror, yang terancam bukan saya saja, tapi demokrasi,” tegasnya.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran luas tentang kondisi kebebasan berpendapat di Indonesia, di mana kritik kebijakan berpotensi berubah menjadi risiko personal. Sejumlah pengamat menilai kritik mahasiswa justru merupakan alarm sosial yang penting, karena kampus sebagai ruang nalar seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah, bukan pihak yang dipersepsikan sebagai pengganggu stabilitas.

Baca juga  Indramayu Melesat! Investasi Triwulan I Tembus Rp362 Miliar, Apa Rahasia Kepemimpinan Lucky Hakim-Syaefudin?

Polemik MBG pada akhirnya membuka diskusi lebih luas tentang makna keberhasilan kebijakan publik. Apakah keberhasilan diukur dari besarnya anggaran dan megahnya program, atau dari perubahan nyata di meja makan dan ruang belajar anak-anak?

“Negara seharusnya hadir bukan hanya di pidato, tetapi di kehidupan nyata rakyatnya,” tutup Tiyo.

Di tengah polemik ini, satu hal menjadi jelas: kritik mungkin pahit, tetapi tanpa kritik, kebijakan berisiko kehilangan arah. Kini publik bertanya, apakah suara mahasiswa akan didengar, atau justru dibungkam oleh kekuasaan yang tak siap dikritik. (Moh. Ali)

Share :

Baca Juga

Terpopuler

Pakai Mobil Miliaran, Tapi Pajak Tak Dibayar? Dedi Mulyadi Dicibir Publik Gara-Gara Lexus Nunggak Pajak

Terpopuler

Sambut HUT RI – 78, Ratusan Pelajar Yayasan Assalafiyah Singajaya Pawai Kemerdekaan

Terpopuler

Polres Indramayu Diminta Respek terhadap Aduan Para Petani Tebu Mitra PG Jatitujuh

Terpopuler

Tragedi PMI Indramayu di Arab Saudi: Watirih Diduga Tewas Dianiaya, Toni RM Tegaskan Nyawa Dibayar Nyawa

Sorotan

Keluarga Yakin Aman Yani Hilang Sejak 2016, BJB Sebut 2018 Sempat Datang Urus Sendiri Dana Pensiun

Indramayu

Gara-gara Salah Pakai Hijab, Perempuan di Iran Tewas di Pukuli Polisi

Terpopuler

Viral Siswi SMK di Karanganyar Berjualan Cilok untuk Sekolah dan Hidupi Adik

Sorotan

Dibongkar Istri Noel! Eks Menag Yaqut Ternyata Sudah Jadi Tahanan Rumah