Suaradermayu.com– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah jadi bulan-bulanan publik usai terungkap bahwa kendaraan mewah miliknya, Lexus LX600 dengan pelat nomor B 2600 SME, ternyata belum membayar pajak. Mobil seharga miliaran rupiah itu diketahui masih atas nama leasing dan terdaftar di wilayah DKI Jakarta.
Yang bikin publik makin geram, kabar ini mencuat di tengah gencarnya program pemutihan pajak kendaraan yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri.
Pengamat kebijakan publik sekaligus Dekan FPIPS UPI, Cecep Darmawan, menyebut tindakan ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala daerah.
“Mau leasing atau belum balik nama, publik tetap akan menilai. Harusnya Gubernur jadi contoh dalam urusan taat pajak,” ujar Cecep, Rabu (23/4/2025).
Ia menyebut, tunggakan pajak ini mencerminkan ketidakkonsistenan dalam menjalankan aturan yang justru dibuat oleh pemerintah daerah sendiri.
Cecep menilai, alasan-alasan seperti mobil masih dalam proses pemindahan atau leasing sebaiknya tidak dijadikan tameng. Menurutnya, akan lebih elegan jika Gubernur mengakui kelalaian dan segera membayar kewajibannya.
“Jangan berdalih ini itu. Kalau lupa, bilang lupa. Kalau belum balik nama, bilang dan bayar. Sederhana saja,” tegasnya.
Cecep mengingatkan bahwa tindakan seperti ini berpotensi menjadi kontraproduktif terhadap program-program Pemprov Jabar yang sebenarnya baik, khususnya soal penertiban pajak kendaraan.
“Pemimpin itu harus konsisten. Kalau tidak, masyarakat bisa hilang kepercayaan terhadap seluruh program yang dijalankan,” tambahnya.
Walau tetap mengapresiasi sejumlah terobosan positif yang dilakukan Dedi Mulyadi selama menjabat, Cecep menyarankan agar setiap langkah ke depan dikonsultasikan secara kolektif bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan, agar tidak menciptakan kebijakan yang terkesan personal.
Tunggakan pajak kendaraan mewah ini menyentil kesadaran publik bahwa pemimpin harus jadi teladan. Di tengah himbauan taat pajak dan reformasi pelayanan, publik tentu berharap pejabat tak sekadar bicara, tapi juga memberi contoh nyata.

























