Suaradermayu.com – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengungkap wacana besar terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Menurutnya, Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan lagi membatasi kuota haji, seiring dengan rencana transformasi infrastruktur besar-besaran, khususnya di kawasan Mina.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Diusut KPK, Ada Indikasi Permainan di Kemenag?
“Kemungkinannya, musim haji tahun depan tidak akan dibatasi,” ungkap Menag, Selasa (8/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi kini lebih berorientasi pada pendekatan ekonomi dan bisnis dalam mengelola potensi haji dan umrah. Aktivitas keagamaan tersebut dimaksimalkan sebagai kekuatan finansial negara.
“Arab menghitung betul bagaimana memungut dana sebesar-besarnya melalui potensi strategis yang mereka miliki,” tambahnya.
Baca Juga : Gagal Naik Haji Setelah 12 Tahun Menunggu, Nenek 93 Tahun Asal Indramayu Menangis Ingin Pulang
Mina Akan Dibangun Delapan Lantai, Tak Lagi Gunakan Tenda
Salah satu rencana besar yang disebut Menag adalah pembangunan Mina menjadi delapan lantai. Lokasi ini selama ini menjadi titik krusial karena tingginya kepadatan jemaah.
“Ada rencana, dalam waktu tidak lama, Mina akan dibangun menjadi delapan lantai. Tidak lagi menggunakan tenda,” ujar Nasaruddin.
Pemerintah Arab Saudi juga dikabarkan akan membangun jalan layang di kawasan tersebut untuk memperlancar mobilitas jemaah. Langkah ini diyakini dapat memangkas waktu tunggu keberangkatan haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga : Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Diusut KPK, Ada Indikasi Permainan di Kemenag?
Masjidil Haram dan Area Jumrah Akan Diperluas
Selain Mina, kawasan Masjidil Haram, Shafa-Marwah, dan lokasi lempar jumrah juga akan terus diperluas guna menampung lebih banyak jemaah di masa mendatang.
“Ke depan, peluang untuk menunaikan ibadah haji akan semakin luas. Fasilitas di Arafah tidak ada masalah, yang perlu dibenahi adalah Mina,” jelas Nasaruddin.
Dengan transformasi ini, pemerintah Indonesia berharap bisa memperoleh tambahan kuota dan mengurangi panjangnya daftar tunggu haji, yang kini mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah.
Baca Juga : Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ini Penjelasannya
Kuota Haji 2026 Masih Tunggu Pengumuman Resmi
Meski wacana tanpa pembatasan kuota mulai digaungkan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan kuota resmi haji 1447 H/2026 M.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menyebut bahwa pengumuman kuota akan dilakukan pada 10 Juli 2025, bertepatan dengan 15 Muharram 1447 H.
“Pengumuman resmi kuota akan disampaikan melalui kanal Masar Nusuk atau e-Hajj,” ujar Hilman di Madinah.
Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kuota diumumkan usai puncak haji. Tahun ini, pemerintah Saudi lebih dulu merilis timeline dan peta besar penyelenggaraan haji mendatang.
Baca Juga : Jenderal Dudung Bertolak ke Arab Saudi Jalankan Misi Negara, Kawal Pelaksanaan Haji 2025
Kuota Haji Indonesia 2025 : 221 Ribu Jemaah
Sebagai perbandingan, kuota haji Indonesia tahun 2025 tercatat sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari:
203.320 jemaah haji reguler
17.680 jemaah haji khusus
Sementara itu, kuota terbesar sepanjang sejarah Indonesia tercatat pada 2024, yaitu 241.000 jemaah.
Dengan peluang kuota tanpa batas, masyarakat pun berharap antrean panjang haji dapat berkurang drastis, dan lebih banyak umat Islam Indonesia bisa segera menunaikan rukun Islam kelima ini.

























