Home / Terpopuler

Rabu, 9 Juli 2025 - 01:33 WIB

Arab Saudi Diprediksi Tak Batasi Kuota Haji 2026, Menag: Mina Akan Dibangun Jadi 8 Lantai

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar

Suaradermayu.comMenteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengungkap wacana besar terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Menurutnya, Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan lagi membatasi kuota haji, seiring dengan rencana transformasi infrastruktur besar-besaran, khususnya di kawasan Mina.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Diusut KPK, Ada Indikasi Permainan di Kemenag?

“Kemungkinannya, musim haji tahun depan tidak akan dibatasi,” ungkap Menag, Selasa (8/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi kini lebih berorientasi pada pendekatan ekonomi dan bisnis dalam mengelola potensi haji dan umrah. Aktivitas keagamaan tersebut dimaksimalkan sebagai kekuatan finansial negara.

“Arab menghitung betul bagaimana memungut dana sebesar-besarnya melalui potensi strategis yang mereka miliki,” tambahnya.

Baca Juga : Gagal Naik Haji Setelah 12 Tahun Menunggu, Nenek 93 Tahun Asal Indramayu Menangis Ingin Pulang

Mina Akan Dibangun Delapan Lantai, Tak Lagi Gunakan Tenda

Salah satu rencana besar yang disebut Menag adalah pembangunan Mina menjadi delapan lantai. Lokasi ini selama ini menjadi titik krusial karena tingginya kepadatan jemaah.

Baca juga  Skandal Dana Iklan Rp223,6 Miliar: KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Bank BJB, Satu Pejabat Sakit Belum Dijemput Paksa

“Ada rencana, dalam waktu tidak lama, Mina akan dibangun menjadi delapan lantai. Tidak lagi menggunakan tenda,” ujar Nasaruddin.

Pemerintah Arab Saudi juga dikabarkan akan membangun jalan layang di kawasan tersebut untuk memperlancar mobilitas jemaah. Langkah ini diyakini dapat memangkas waktu tunggu keberangkatan haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024 Diusut KPK, Ada Indikasi Permainan di Kemenag?

Masjidil Haram dan Area Jumrah Akan Diperluas

Selain Mina, kawasan Masjidil Haram, Shafa-Marwah, dan lokasi lempar jumrah juga akan terus diperluas guna menampung lebih banyak jemaah di masa mendatang.

Baca juga  Bertahun-tahun Terabaikan, Kuwu dan Warga Singajaya Minta Pemda Selamatkan Situs Makam Raden Djalari

“Ke depan, peluang untuk menunaikan ibadah haji akan semakin luas. Fasilitas di Arafah tidak ada masalah, yang perlu dibenahi adalah Mina,” jelas Nasaruddin.

Dengan transformasi ini, pemerintah Indonesia berharap bisa memperoleh tambahan kuota dan mengurangi panjangnya daftar tunggu haji, yang kini mencapai puluhan tahun di sejumlah daerah.

Baca Juga : Ustaz Khalid Basalamah Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji, Ini Penjelasannya

Kuota Haji 2026 Masih Tunggu Pengumuman Resmi

Meski wacana tanpa pembatasan kuota mulai digaungkan, hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan kuota resmi haji 1447 H/2026 M.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menyebut bahwa pengumuman kuota akan dilakukan pada 10 Juli 2025, bertepatan dengan 15 Muharram 1447 H.

Baca juga  Ratusan Santri Penghafal Al-Quran Buka Puasa Bersama Bupati Terpilih Indramayu, Lucky Hakim

“Pengumuman resmi kuota akan disampaikan melalui kanal Masar Nusuk atau e-Hajj,” ujar Hilman di Madinah.

Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kuota diumumkan usai puncak haji. Tahun ini, pemerintah Saudi lebih dulu merilis timeline dan peta besar penyelenggaraan haji mendatang.

Baca Juga : Jenderal Dudung Bertolak ke Arab Saudi Jalankan Misi Negara, Kawal Pelaksanaan Haji 2025

Kuota Haji Indonesia 2025 : 221 Ribu Jemaah

Sebagai perbandingan, kuota haji Indonesia tahun 2025 tercatat sebanyak 221.000 jemaah, terdiri dari:

203.320 jemaah haji reguler

17.680 jemaah haji khusus

Sementara itu, kuota terbesar sepanjang sejarah Indonesia tercatat pada 2024, yaitu 241.000 jemaah.

Dengan peluang kuota tanpa batas, masyarakat pun berharap antrean panjang haji dapat berkurang drastis, dan lebih banyak umat Islam Indonesia bisa segera menunaikan rukun Islam kelima ini.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Mensos: 67.886 Keluarga Diverifikasi Terima Bansos Rp3 Juta dan Rp5 Juta,

Terpopuler

KPK Panggil Sekjen PDIP sebagai Tersangka Kasus Harun Masiku

Terpopuler

DPC Partai Demokrat Indramayu Gelar Buka Puasa Bersama, Rayakan Kepercayaan Baru di DPP

Indramayu

Polisi Tebak-tebakan Isi CCTV Korban Dibunuh di Toko, Hakim: Budi Masuk Toko, Ada Rekamannya?

Terpopuler

Ratusan Mantan Kades dan Lurah Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo

Hukum

Mengapa Kejaksaan Mandul dan Impoten Usut Tuntas Skandal Rp2 Miliar PDAM Indramayu, Ada Apa?

Indramayu

Bukti Hasil DNA Darah di Toko Korban Tanpa Dasar Ilmiah, LBH Ghazanfar: Senjata Palsu Jaksa di Sidang Paoman

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Ngaku Tak Mandi Gara-gara Air PDAM Mati, LBH Ghazanfar: Dia Tinggal di Cirebon, Berkilah Tak Mau Disalahkan