Home / Indramayu

Selasa, 6 Mei 2025 - 20:18 WIB

Gagal Naik Haji Setelah 12 Tahun Menunggu, Nenek 93 Tahun Asal Indramayu Menangis Ingin Pulang

Ribuan calon jamaah haji dan umrah dari Kabupaten Indramayu

Ribuan calon jamaah haji dan umrah dari Kabupaten Indramayu

Suaradermayu.com – Harapan Marpuah (93), calon jamaah haji asal Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, pupus di ujung penantian panjang. Nenek lanjut usia ini dinyatakan gagal berangkat ke Tanah Suci setelah mengalami penurunan kesehatan yang signifikan. Ia didiagnosa mengidap demensia grade 3 saat berada di Asrama Haji Indramayu.

Marpuah merupakan salah satu dari 445 calon jamaah haji (calhaj) asal Indramayu yang tergabung dalam Kloter 4 KJT. Meski telah melalui sebagian besar tahapan keberangkatan, kondisi mental dan fisiknya tiba-tiba menurun drastis, hingga ia harus dipulangkan.

Baca juga  Terekam Jelas! Detik-detik Pria Diduga Ambil Uang di Kantor Pengacara Toni RM, Warganet Geram

Dalam sebuah video yang sempat beredar di media sosial, Marpuah terlihat menangis dan mengungkapkan keinginannya untuk pulang karena teringat anaknya. “Kenapa saya minta pulang? Yaa kelingan anak,” ucap Marpuah lirih.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, menyatakan bahwa kondisi Marpuah tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan, yakni kemampuan fisik dan mental yang memadai untuk menjalani ibadah haji.

“Demensia sudah grade 3. Artinya, secara medis Bu Marpuah sudah masuk kategori tidak istithaah atau tidak layak berangkat haji,” jelas Aghuts, Selasa (6/5/2025).

Baca juga  Tanggapi Keluhan Warga, Lucky Hakim Soroti Kinerja Bupati Nina Agustina

Aghuts menambahkan, sejak proses pelunasan biaya haji, Marpuah memang tampak lemah dan memerlukan bantuan pendamping. Namun saat itu, kondisinya belum separah saat tiba di embarkasi.

“Pada awal pemeriksaan belum masuk grade 3. Tapi setelah berada di asrama, kondisinya memburuk. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan, beliau tidak memungkinkan untuk diberangkatkan,” imbuhnya.

Diketahui, Marpuah telah mendaftar haji sejak 2013 dan menjadi calon jamaah tertua dari Indramayu pada musim haji 2025. Sayangnya, posisinya kini harus digantikan oleh jamaah lain.

Meski gagal berangkat, Aghuts menyebutkan bahwa kuota milik Marpuah bisa dialihkan kepada anggota keluarganya, seperti anak atau saudara, namun tidak untuk keberangkatan tahun ini.

Baca juga  LBH Ghazanfar: Pusaran Dugaan Korupsi Tunjangan Rumah dan Transportasi Rp 18 Miliar, Bisa Seret Anggota Badan Anggaran DPRD Indramayu

Kesehatan Jadi Penentu Utama Keberangkatan

Kasus Marpuah menjadi peringatan penting bagi masyarakat, bahwa kondisi kesehatan fisik dan mental sangat menentukan dalam proses ibadah haji. Pemerintah melalui Kemenag dan instansi terkait terus memperketat pemeriksaan kesehatan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain Marpuah, beberapa calon jamaah haji asal Indramayu lainnya juga mengalami gangguan kesehatan dan masih dalam pengawasan medis. Mereka tetap memiliki peluang berangkat jika kondisi mereka membaik sebelum jadwal keberangkatan.

 

Share :

Baca Juga

Indramayu

Toni RM Ungkap Detik-detik Tragis Putri Apriyani di Sidang Etik Bripda Alvian

Edukasi

MUI Indramayu Keluarkan Fatwa Resmi: Ajaran “Islam 4S” Desi di Kroya Dinyatakan Menyimpang, Polisi Diminta Bertindak

Indramayu

Massa Aliansi Topi Jerami Tuntut Pencopotan Dirut PDAM Indramayu

Indramayu

Bupati Lucky Hakim Dukung Siswa Nakal Masuk Barak Militer: “Biar Mereka Belajar Disiplin Sejak Dini!

Indramayu

LBH Ghazanfar Desak Inspektorat Periksa Tuntas Kuwu Singajaya, Dugaan Pelanggaran Dinilai Sistematis

Indramayu

Tragedi 5 Jenazah di Rumah Merah Muda Indramayu, Misteri Satu Keluarga Tewas

Indramayu

Indramayu Dikepung Banjir, Lucky Hakim Perintahkan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Dibongkar

Indramayu

Bupati Nina Bantu Pekerja Asal Indramayu yang Terlantar di Sulawesi Tengah