Home / Kesehatan

Selasa, 28 Februari 2023 - 04:59 WIB

LPAI Indramayu Temukan Anak SD Derita Kelainan Kulit, Butuh Penanganan Segera

Iffa Astila Rahmah (10) penderita kelainan kulit di Desa Tamiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu

Iffa Astila Rahmah (10) penderita kelainan kulit di Desa Tamiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu

Suaradermayu.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan kerja di Blok Bakung, Desa Tamiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, pada pertengahan Februari 2023.

Pada saat berkunjung LPAI Indramayu melihat ada seorang anak perempuan yang memiliki kulit berbeda dengan anak seusianya.

” Pada saat saya melakukan kegiatan memberikan santunan, saya melihat ada anak perempuan yang kulitnya berbeda. Setelah acara saya mencari anak tersebut, ternyata anak itu sudah pergi,” kata Koordinator LPAI Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya, Senin (27/2/2023).

Baca juga  Miris! Bocah 7 Tahun di Indramayu Kecanduan Rokok, LPAI : Sedang Menjalani Rehabilitasi

Ia mengaku bersama warga akhirnya menemukan anak itu dirumahnya. Ia bahkan melihat dan mengetahui langsung kondisi kulit yang diderita anak tersebut.

“Menurut keterangan ibunya, ibu Sukerih bahwa Iffa Astila Rahmah yang berusia 10 tahun itu, sejak lahir menderita penyakit kelainan kulit. Permukaan kulit memang mengering, tampak luka dan retak,” jelasnya.

Kata Adi, Iffah yang lahir saat itu di puskesmas langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Iffah sempat dirawat beberapa hari.

“Karena sudah lama si ibu lupa nama penyakit yang diderita Iffa. Menurut mereka karena keterbatasan biaya tidak dapat berobat lagi ke rumah sakit,” ujar dia.

Baca juga  Kenali Gejala Gagal Ginjal Pada Anak

Sukerih menceritakan, bidan yang di Puskesmas Cilege memberitahukan, kulit Iffa berbeda dengan kulit bayi baru lahir. Bidan pun akhirnya merujuk Iffa ke rumah sakit. Sukerih bersama suaminya tak pakit panjang, menyetujui dan membawa Iffa ke rumah sakit.

“Hasil diagnosis dokter menyebutkan bahwa Iffa mempunyai kelainan kulit, kulitnya sensitif dan mudah terluka. Akhirnya dirawat beberapa hari, ” kata Adi.

Baca juga  Tak Punya Tempat Curhat, Pelajar di Indramayu Nekat Gantung Diri

Menurutnya sakit Iffa terjadi di hampir  seluruh permukaan kulit. Iffa kerap menangis dan kurang tidur akibat luka yang dibarengi rasa gatal tersebut.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, penyakit yang diderita Iffah tak kunjung pulih total. Saat usia dua tahun, akhirnya orang tua Iffah membawanya ke dokter spesialis kulit di Cirebon. Namun, pengobatan itu terhenti karena keterbatasan biaya.

Adi menyampaikan sebagai Koordinator LPAI Kabupaten Indramayu pihaknya sudah melaporkan temuan tersebut kepada tim Kementerian Sosial.

“Kami berharap ananda Iffah segera mendapatkan penanganan lebih lanjut hingga pulih total,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Muhamad Ziban (7) penderita Hidrosepalus di RSUD Indramayu, Jumat (3/3/2023).

Indramayu

Kemensos Kirim Tim Tangani Anak Penderita Hidrosepalus di Indramayu

Daerah

RSUD MA Sentot Patrol Diambil Alih Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi Siap Ubah Jadi RS Hasan Sadikin-nya Pantura

Indramayu

Bocah Alami Gizi Buruk di Indramayu Akhirnya Dibawa ke RSUD Sentot Patrol

Kesehatan

Dinkes Indramayu : Lissa Mengalami Lumpuh Otak

Indramayu

Wartawan Dilarang Liput Kegiatan Dinkes Indramayu, Kadis : Kegiatan Internal dan Tidak Butuh Publikasi

Kesehatan

BPJS PBI Dicoret Massal, 84 Ribu Warga Indramayu Tiba-tiba Nonaktif

Kesehatan

Pemkab Indramayu Berikan Dana Hibah Rp 4 Miliar Untuk RS Bhayangkara Losarang

Indramayu

180 Warga Indramayu Jalani Operasi Katarak Gratis, Bupati Lucky Hakim Hadir Langsung