Suaradermayu.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dr Wawan Ridwan mengatakan, kondisi kesehatan Lissa Ameliya Safitri (15) mengalami cerebral falsy (lumpuh otak).
Penyakit tersebut kemudian diperparah dengan kondisi gizi buruk remaja perempuan tersebut.
” Karena usianya sudah 15 tahun, kemungkinan sembuh dari cerebral palsy harapannya tipis, ” kata Wawan, Jumat (11/11/2022).
Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, koordinasi tubuh dan gerak. Menurutnya penyakit tersebut telah menyebabkan kerusakan motorik terutama otak Lissa.

Meski penyembuhan penyakit lumpuh otak pada remaja perempuan itu tipis, kata Wawan, pihaknya tetap akan mengupayakan kesembuhan gizi buruk yang dialami Lissa.
” Kami akan membantu semaksimal mungkin untuk kesembuhan ananda Lissa, ” katanya.
Wawan mengakui penanganan medis penyakit kelumpuhan otak terhadap Lissa dianggap telat. Karena usia Lissa sekarang sudah 15 tahun. Wawan menyebut orang tua Lissa diketahui kerap berpindah-pindah.
” Mereka tinggal di Indramayu sejak 2019 lalu. Awalnya mereka tinggal di Jakarta kemudian tinggal di Cirebon, ” ungkapnya.
Wawan mengatakan tahun 2019 pemerintah kala itu akan melakukan tindakan, namun terkendala administrasi kependudukan. Terlebih, Lissa belum terdaftar ke BPJS Kesehatan.
” Sekarang kita fasilitasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) nya, dan keluarga sekarang sudah mempunyai KTP Indramayu,” ujarnya.
Wawan menyebut kini Lissa sedang menjalani perawatan di RSUD MA Sentot Patrol.
Sekedar informasi, Lissa Ameliyah Safitri, remaja berusia 15 tahun penderita gizi buruk asal Desa Sukahaji, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu, kondisinya memprihatinkan.
Anak kelima pasangan suami istri Nurakhmat (53) dan Turinih (43) itu mempunyai bobot badan hanya sekitar 10 kilogram. Kondisi tubuhnya kurus kering seolah hanya menyisakan kulit dan tulang saja.
“Berat badannya hanya sekitar 10 kilogram,” ucap Nurakhmat, dikutip suaradermayu.com, Selasa (8/11/2022).

























